Batam (gokepri.com) – Fenomena El Nino sedang melanda wilayah Indonesia di bulan Agustus ini. Dampak fenomena El Nino ini sudah mulai dirasakan di berbagai tempat di Indonesia.
Dilansir dari laman bmkg.go.id, El Nino merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah.
Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.
Baca Juga: Fenomena El Nino, Sejumlah Daerah Kepri Rawan Kekeringan
Fenomena El Nino ini memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum. Lalu bagaimana dampak fenomena tersebut di Kepri?
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam menyebutkan dampak dari fenomena El Nino di Kepri tidak terlalu signifikan.
“Untuk El Nino, dampaknya di wilayah Kepri ini tidak terlalu signifikan,” ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Hang Nadim Batam Suratman saat dihubungi di Batam, Selasa 22 Agustus 2023.
Hal itu karena wilayah Kepri sebagian besar berada di wilayah khatulistiwa. Sehingga yang dominan di wilayah Kepri itu, faktor lokal.
“Misalnya, adanya siklon tropis di sekitar Laut Natuna Utara, atau tekanan di sekitar Pulau Kalimantan, atau mungkin dari daratan Sumatera,” ujarnya.
Suratman menyebut beberapa wilayah di Indonesia saat ini sudah mulai mengalami kekeringan, namun di Kepri masih sering terjadi hujan.
Bahkan di dua daerah di Kepri yaitu Anambas dan Natuna, curah hujannya masih cukup tinggi.
“Seperti yang dirasakan saat ini, jarak satu hari atau dua hari ada hujan deras. Habis itu besoknya kering, terus tidak lama hujan lagi. Ya seperti itulah siklusnya di Kepri, tidak menentu,” kata dia.
Suratman mengatakan Kepri tidak mengenal musim kemarau. Rentang jarak antara kering dan hujannya itu pendek.
Meskipun demikian pihaknya tetap melakukan antisipasi dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepri terkait fenomena El Nino ini.
BMKG Hang Nadim Batam juga memiliki tim khusus peringatan dini untuk mengantisipasi dampak fenomena alam tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Antara









