Menteri Bahlil: Warga Rempang Tetap Direlokasi

warga rempang direlokasi
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia saat berkunjung ke Rempang, Kecamatan Galang, Kota Batam. Foto: Gokepri.com/Engesti

Batam (Gokepri.com) – Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebut, warga Rempang, Kecamatan Galang, Kota Batam akan tetap direlokasi guna mendukung investasi di Kota Batam.

Ia mengatakan sudah ada investasi yang ditanamkan di lokasi tersebut. Pemerintah memberikan solusi agar masyarakat dapat membantu investasi tersebut.

“Saya jadi tahu apa yang dikeluhkan masyarakat saat ini,” kata dia saat melakukan tinjauan ke Batam, Minggu 13 Agustus 2023.

Baca Juga: Pengembangan Kawasan Industri Rempang Galang Dimulai September

Ia memastikan proses investasi itu tetap berjalan dengan tetap menghargai hak-hak masyarakat. Ia mengatakan warga akan mendapatkan relokasi rumah tipe 45 dengan tanah 200 haktare. Warga akan direlokasi ke tempat yang sudah disiapkan BP Batam.

“Saya kurang hapal nama daerahnya nanti silakan tanya kepala BP Batam,” kata dia.

Ia menjelaskan, rencana pembangunan di kawasan Rempang, Galang sudah dipetakan. Contohnya di wilayah Sembulang rencananya akan menjadi kawasan industri, Subang Mas akan menjadi kawasan agrowisata.

Blongkeng akan menjadi komersil dan perumahan, Pantai Melayu akan menjadi kawasan pariwisata, di Pasir Panjang dan Monggak akan menjadi kawasan hutan dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Sedangkan di Kuala Buluh akan menjadi kawasan konservasi dan Sijantung akan jadi wilayah cagar budaya.

Ia meminta warga dapat bekerja sama dengan pemerintah.  Bersama Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Bahlil berkomitmen untuk mencari solusi terbaik dalam pengembangan Pulau Rempang ke depannya.

Hal itu mengingat rencana strategis Rempang Eco-City merupakan salah satu perhatian serius pemerintah pusat.

Apalagi sejak kepulangan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dari China, pengembangan Pulau Rempang sebagai kawasan ekonomi baru atau The New Engine of Indonesian’s Economic Growth dengan konsep “Green and Sustainable City” semakin menjadi prioritas.

Hal tersebut menyusul adanya komitmen investasi dari perusahaan China, Xinyi Internasional Investment Limited untuk berinvestasi di Indonesia.

“Insyaallah, kita cari solusi terbaik,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait