GAS BUMI: Pemko Batam Siap Ikut Kerja Sama KPBU Jargas

Jaringan gas batam
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jaringan gas bumi untuk empat ribu rumah tangga milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (16/6). Saat ini jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Batam yang telah terpasang sebanyak 750 sambungan dan PT PGN area Batam menargetkan sampai akhir 2016 sebanyak lima ribu sambungan rumah tangga. (Foto: ANTARA FOTO/M N Kanwa)

Batam (gokepri.com) – Pemerintah Kota Batam siap menyambut proyek jaringan gas (jargas) dengan skema KPBU yang digaungkan Kementerian ESDM. BUMD disorongkan.

Penjabat sementara Wali Kota Batam Syamsul Bahrum menyatakan siap bekerja sama dalam pembangunan jaringan gas melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat.

“Kalau perlu Pemkot Batam melalui BUMD membentuk anak perusahaan yang khusus membangun jaringan pipa,” kata Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum, Selasa (6/10/2020).

HBRL

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar konsultasi publik pelaksanaan studi pendahuluan pembangunan jaringan gas bumi melalui skema kerja sama antara pemerintah dengan badan usaha, yang diikuti Pjs Wali Kota Batam bersama seluruh camat daerah setempat.

Pjs Wali Kota menyatakan mendukung konsultasi publik, demi menyebarkan penggunaan “green energy” demi terwujudnya “green city”.

Baca Juga:

“Dari ‘green energy’ akan membangun ‘green transportation’ dan mendukung program ‘blue sky’ dan ini mendukung Batam sebagai ‘smart city, clean and green city’,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Asisten Ekonomi Pembangunan Pemkot Batam itu.

Syamsul melanjutkan, pembangunan jargas bisa dikerjasamakan dengan sektor properti, agar langsung memasang di setiap perumahan.

Bahkan, Syamsul mewacanakan untuk mewajibkan perumahan yang akan dibangun memiliki fasilitas gas.

“Untuk itu, Assisten Ekbang Pemko Batam siapkan draft aturan, apa dengan Perda, Perwako atau intruksi wali kota,” kata dia.

Di tempat yang sama, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Alimuddin Baso mengatakan pembangunan jargas penting untuk memperluas penggunaan gas bumi.

Selain aman dan nyaman, penggunaan gas bumi juga diharapkan dapat menekan penggunaan LPG yang masih disubsidi.

“Melalui konsultasi publik ini, kami berharap Pemkot Batam memberikan ‘support’ teknis maupun nonteknis mengenai komitmen kita mendorong pembangunan jargas dari APBN murni ke KPBU,” kata dia.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Perencanaan Strategis Kementerian ESDM Yudo Dwinanda Priadi menyebutkan gas bumi melalui jargas hemat, bersih dan aman.

Penggunaan jargas, kata dia, tepat untuk kota modern seperti Batam dan lebih efektif. (Can)

Editor: Candra Gunawan

Pos terkait