Berkembang Bandar Udara Hang Nadim dengan Konsorsium

Bandar udara hang nadim
Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah. Foto: istimewa

Batam (gokepri) – Pengembangan Bandar Udara Hang Nadim Batam di bawah bendera konsorsium pelat merah dan swasta asing melihatkan kemajuan signifikan. Dari merintis penerbangan internasional hingga dimulainya pembangunan fasilitas baru: Terminal II.

Terminal baru itu akan mulai dibangun dalam waktu dekat. Menurut Direktur PT Bandara Internasional Batam (BIB), Pikri Ilham Kurniansyah, peletakan batu pertama atau groundbreaking terminal II ditargetkan Juli 2023. Komunikasi dengan Incheon International Airport Corporation (IIAC) mendorong bagaimana proyek ini bisa digesa. “Tinggal cari tanggal bagusnya saja untuk peletakan batu pertama,” kata Pikri, Sabtu 20 Mei 2023.

Proyek terminal dua itu diperkirakan akan rampung pada Desember 2024 atau memakan waktu pembangunan selama 17 bulan. Berdasarkan data BP Batam, proyek terminal dua dan termasuk pengembangan lain membutuhkan biaya Rp6,9 triliun. Terminal dua diharapkan mempermudah Hang Nadim membuka 11 penerbangan internasional.

HBRL

Baca Juga: Rp6,9 Triliun, Investasi Pengembangan Bandara Hang Nadim Batam

BIB juga tetap membenahi terminal satu yang dipakai untuk pelayanan penerbangan domestik dan internasional. “Terminal satu masih pembenahan namun bertahap karena masih dipakai untuk lalu lalang,” kata Pikri.

Selain proyek terminal dua, kemajuan lain Hang Nadim yakni membuka penerbangan rute dari dan ke Incheon, Korea Selatan. Meski masih sebatas penerbangan sewa atau carter, BIB menjajaki kemungkinan penerbangan reguler.

Penerbangan perdana dari Incheon sudah mendarat di Hang Nadim pada Sabtu dini hari 20 Mei 2023. 189 turis Korea Selatan naik pesawat carter Jeju Air untuk berlibur di Batam. Perjalanan Incheon-Batam memakan waktu sekitar 13 jam. Penerbangan ini menandai dimulainya perluasan rute penerbangan internasional dari Hang Nadim.

Selain Jeju Air, BIB juga telah meneken MoU dengan maskapai Korea Selatan lain yakni Jin Air. Pikri menyebut dalam waktu dekat akan pembicaraan dengan pihak Korea Selatan tentang penambahan rute dan menjajaki kemungkinan penerbangan reguler komersial. “Bulan depan akan ada pembicaraan antara Indonesia dan Korea Selatan untuk menambah rute. Kedepannya kita bisa menjadi penerbangan reguler. Jadi tidak hanya terbatas Jeju air,” kata dia.

Untuk rute domestik, hingga 2023 setidaknya sudah ada 20 rute penerbangan dari Bandara Hang Nadim Batam. Beberapa rute baru antara lain tujuan Bandung, Makassar, Yogyakarta, Semarang dan Lombok. “Kita juga sudah buka Balikpapan, Bali. Direct melalui Surabaya dan Manado,” kata dia, Sabtu 20 Mei 2022.

Ia mengatakan, Bandara Hangnadim akan terus berusaha agar pelayanan penerbangan domestik terhubung di tiap provinsi di Indonesia. Hal ini bertujuan agar ekonomi Batam bisa tumbuh lebih cepat.

Bandara Hang Nadim memulai era baru sejak Juni 2022 saat penandatangnan serah terima pengoperasian dari BP Batam ke PT BIB. Pengelolaan bandara ini diserahkan lewat konsorsium. Ada tiga entitas yang terlibat dalam satu konsorsium. Mereka adalah PT Angkasa Pura I, Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya (Persero).

AP I kemudian membentuk bendera PT Bandara Internasional Batam. Mereka memiliki saham mayoritas 51 persen. Kemudian sisanya IIAC 30 persen dan WIKA 19 persen. Bandara Internasional Batam akan dikelola per 1 Juli 2022 oleh PT BIB dengan masa pengelolaan 25 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

 

 

Pos terkait