Batam (gokepri) – Pelaku industri galangan kapal di Batam mengeluhkan pemadaman listrik yang berlangsung beberapa hari terakhir. Mereka meminta PLN meninjau ulang langkah pemadaman bergilir.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pengurus Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Kepri, Ali Ulai mengatakan pemadaman listrik yang mencapai delapan jam hari sangat menggangu pekerjaan proyek kapal. Padahal, pasca COVID-19 proyek galangan kapal sedang banyak-banyaknya.
Ali mengungkap pemadaman listrik bergilir yang menyasar industri ini disampaikan pihak PLN melalui surat edaran yang baru diterima pengusaha atau pelaku industri. Dalam surat edaran ini tertera jadwal lokasi industri yang dijadwalkan untuk pemadaman listrik mulai pukul 09.00 WIB. Alasan pemadaman karena adanya lonjakan pemakaian listrik yang sangat tinggi karena faktor cuaca yang panas akhir-akhir ini.
Baca Juga: GALANGAN KAPAL BATAM: Musim Panen tapi Minim Juru Las
“Kami ini sedang banyak proyek, kalau listrik mati, otomatis pekerjaan dilapangan terkendala,” kata Ali Ulai, Senin 15 Mei 2023. Ia menjelaskan proyek galangan kapal hampir 90 persen menggunakan listrik. Namun harus tertunda akibat adanya pemadaman listrik. Perusahaan galangan kapal pun terancam rugi ratusan miliar. “Padam delapan jam, kami bisa rugi puluhan miliar,” kata Ali Ulai. Ia meminta agar pemadaman listrik bergilir ditinjau ulang. “Apapun alasannya ini sangat merugikan,” kata dia.
Sementara itu, Vice President of Public Relatios bright PLN Batam Bukti Panggabean, mengatakan pemadaman listrik karena adanya perawatan gardu induk di pembangkit Tanjung Kasam.
“Saat ini mesis pembangkit listrik kami sudah masuk dalam masa perawatan, yakni yang ada di Tanjung Kasam, Jadi selama masa perawatan. Pemadaman akan dilaksanakan khusus untuk industri,” kata Bukti. Meski begitu, ia menekankan pemadaman listrik dilakukan hanya untuk perusahaan yang memiliki genset. PLN pun berjanji akan memberikan kompensasi kepada perusahaan yang dirugikan. “Kalau tidak memiliki ganset, kami tetap hidupkan,” kata Bukti.
Cuaca panas yang melanda Kepulauan Riau (Kepri) khususnya Batam membuat pemakaian listrik melonjak tinggi, bahkan sudah di luar kemampuan rata-rata pembangkit PLN Batam.
Selain itu, 1 unit pembangkit PLTU Tanjung Kasam masuk dalam masa pemeliharaan, sehingga akan ada defisit daya. Karena hal tersebut, pemadaman bergilir akan dilakukan untuk pelanggan bisnis dan industri dari 15 Mei 2023 hingga 21 Mei 2023.
Karena pemadaman tersebut, dunia usaha di Batam pun mengalami kerugian. Salah satu contohnya ada perusahaan galangan kapal (shipyard) di Batam yang tidak beroperasi seharian, karena pemadaman listrik tersebut.
Berdasarkan pemberitahuan resmi dari PLN Batam, untuk mengatasi kekurangan daya, maka PLN Batam sedang menyiapkan tambahan pembangkit listrik 75 MW. Dayanya akan masuk secara bertahap mulai dari 25 MW pada Juli 2023, dan 50 MW pada September 2023.
“Dengan mempertimbangkan hal diatas, saat ini kondisi dalam masa siaga dari 15 Mei sampai 21 Mei 2023, untuk itu kami imbau kepada pelanggan bisnis dan industri besar agar dapat secara mandiri menggunakan genset selama masa siaga ini,” ujar keterangan resmi dari PLN Batam, Senin (15/5/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









