10 Drum Limbah Minyak Hitam Diangkat dari Pantai Nongsa

10 drum limbah minyak hitam berhasil diangkat dari kawasan Pantai Melayu, Nongsa. Foto: Gokepri.com/Engesti

BATAM (gokepri.com) – Kepala KSOP Batam M.Takwim mengatakan, ada 10 drum dan 4 karung dengan estimasi berat mencapai atau 85 persen lebih limbah minyak hitam telah diangkut dari bibir Pantai Melayu Nongsa, Kota Batam.

“Saya mendampingi Komisi III DPR Kepri meminjau langsung ke sana. 85 persen limbah itu sudah diangkut atau sudah diatasi. Sementara sisanya besok lagi kita lanjutkan,” kata dia Jumat 5 Mei 2023.

Pembersihan pantai itu dilakukan dengan limbah busa penghisap dan dimasukan ke dalam drum. Takwim menduga, limbah minyak hitam itu berjenis Marine Fuel Oil (MFO) atau aspal.

HBRL

Takwin mengatakan, pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan menyelidiki terkait tumpahan minyak hitam yang mencemari laut tersebut.

Sementara itu, terkait informasi yang mengatakan limbah itu bersumber dari kapal Malaysia MT Pablo juga akan menjadi bahan penulusuran pihaknya.

“Kami akan koordinasi semua kapal mana yang berpotensi sebagai penyebab, kami juga akan kita telusuri semua,” kata dia.

Seperti diketahui limbah minyak hitam mencemari sejumlah lokasi di perairan Nongsa, Rabu 3 Mei 2023. Tidak hanya menyusahkan nelayan yang hendak mencari ikan tapi juga mencemari sejumlah pantai yang menjadi tempat wisata.

Baca Juga: Limbah Minyak Hitam Misterius, Nuryanto: Tangkap yang Bertanggung Jawab

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait