Meski Hujan, Jemaah Salat Id Muhammadiyah Padati Stadion Temenggung

jemaah salat id muhammadiyah
Warga Muhammadiyah padati Stadion Temenggung Abdul Jamal untuk salat Id di bawah suasana hujan. Foto: Gokepri.com/Engesti

BATAM (gokepri.com) – Jemaah Salat Idulfitri (Id) Muhammadiyah memadati kawasan lapangan Stadion Temenggung Abdul Jamal Batam, pada Jumat 21 April 2023.

Kondisi hujan dan becek tak menurunkan antusias para jemaah untuk menunaikan ibadah.

Berdasarkan pantauan GoKepri.com, ribuan jemaah itu sudah tiba di kawasan Temengung sekitar pukul 05.30 WIB.

HBRL

Puluhan personel aparat gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, pimpinan daerah tapak suci tampak menjaga situasi di sekitar area Temengung agar ibadah berjalan kondusif.

Ceramah dan shalat Id disampaikan langsung oleh khatib sekaligus pengelola Majalah Tabligh PP Muhamadiah Khairul Azmi.

Salah satu jemaah, Reza mengaku sudah tiba di lokasi Temenggung sekitar pukul 06.00 WIB. Ia berangkat dari kawasan Bengkong lebih awal agar tak terjebak macet.

Menurutnya kondisi hujan yang mengguyur kota Batam, merupakan berkah yang harus disyukuri.

“Hujannya tidak terlalu deras. Alhamdulilah semua berjalan lancar,” kata dia.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Batam Shabirun mengatakan, setidaknya ada 5.000 ribu jemaah yang memadati lapangan Stadion Temenggung Abdul Jamal.

Ia menjelaskan, penetapan 1 Syawal 1444 Hijriah lebih awal dari ketetapan pemerintah disesuikan dengan perhitungan atau hisab sesuai dengan Al-Quran.

Dalam menetapkan Hari Raya Idulfitri, Muhammdiyah menggunakan metode hisab wujudul hilal. Dengan begitu, pihaknya meyebut, sudah memiliki kepastian tanggal jauh sebelumnya seperti kegiatan sehari-hari yang mengikuti kalender.

“Pemasalahan teknologi saja. Karena keyakinan, pada dasarnya Lebaran itu sama saja pada 1 Syawal nah penetapan satu Syawalnya berbeda itu tergantung cara pandang saja,” kata dia.

Ia menyebut, perbedaan penetapan awal Ramadan dan Lebaran dari pemerintah dan lainnya merupakan hal biasa. Dia berharap perbedaan dapat menjadi rahmat dan dijadikan pemersatu silaturahmi.

“Perbedaan itu merupakan berkah dan Rahmat buat kita dan harusnya saling melengkapi, apalagi di Batam masyarakatnya sudah prural jadi tidak ada masalah,” kata dia.

Baca Juga: Muhammadiyah Batam Salat Id Lebih Dulu, Dipusatkan di Stadion Temenggung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait