Jakarta (gokepri.com) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah meresmikan kebijakan bantuan kuota data internet, Jumat (25/9/2020). Kebijakan ini diharapkan dapat membantu akses informasi bagi siswa, mahasiswa, guru, dan dosen dalam menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi.
Kuota gratis ini akan diberikan selama empat bulan, terhitung sejak September hingga Desember. Setiap bulannya siswa akan mendaaptkan kuota internet gratis sebesar 35 GB. Sementara guru, dosen, dan mahasiswa memperoleh kuota 50 GB.
Kemendikbud membagi dua kuota bagi dosen dan mahasiswa yang mendapatkan kuota gratis 50 GB, yakni 5 GB untuk kuota umum dan sisanya untuk kuota belajar. Untuk kuota umum, dosen dan mahasiswa dapat menggunakannya untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi.
Sedangkan jatah kuota belajar hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran. Ada 19 aplikasi pembelajaran yang dapat diakses, yakni:
- Aplikasi dan website Aminin
- Aplikasi dan website Ayoblajar
- Aplikasi dan website Bahaso
- Aplikasi dan website Birru
- Aplikasi dan website Cakap
- Aplikasi dan website Duolingo
- Aplikasi dan website Edmodo
- Aplikasi dan website Eduka system
- Aplikasi dan website Ganeca digital
- Aplikasi dan website Google Classroom
- Aplikasi dan website Kipin School 4.0
- Aplikasi dan website Microsoft Education
- Aplikasi dan website Quipper
- Aplikasi dan website Ruang Guru
- Aplikasi dan website Rumah Belajar
- Aplikasi dan website Sekolah.Mu
- Aplikasi dan website Udemy
- Aplikasi dan website Zenius
- Aplikasi Whatsapp
Sedangkan untuk video conference ada lima, yakni:
1. Cisco Webex
2. Google Meet
3. Microsoft Teams
4. U Meet Me
5. Zoom
Pemberian kuota belajar ini dilakukan secara bertahap. Sesuai rencana pemberian dilakukan dua tahap setiap bulannya. Untuk September, tahap pertama diberikan mulai 22-24 September. Kemudian tahap kedua bakal diberikan mulai 28-30 September. (wan)







