Insentif Guru di Kepri sebagai Motivasi Memajukan Pendidikan

Insentif guru di Kepri
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyerahkan insentif secara simbolis kepada guru SMK swasta di Batam (ANTARA/Jessica)

BATAM (gokepri) – Insentif untuk guru dari Pemerintah Provinsi Kepri menjadi upaya pemda meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengapresiasi sekaligus memotivasi tenaga pengajar.

Sebanyak 1.397 guru dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) swasta Kepulauan Riau (Kepri) menerima insentif dari Pemerintah Provinsi Kepri pada Kamis, 30 Maret 2023. Insentif senilai Rp2 juta rupiah ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja mereka dalam mengakselerasi pendidikan di wilayah tersebut.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan insentif yang diberikan senilai Rp2 juta dengan potongan pajak sebesar 5 persen berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp5 miliar. “Mereka juga ikut serta mengakselerasi pendidikan di Kepri. Kalau tanpa sekolah swasta, kemampuan sekolah negeri juga terbatas,” kata dia.

HBRL

Dari 1.791 guru yang menerima insentif, 1.397 orang di antaranya berada di Kota Batam. “Kalau tahun depan, bisa kita kasih per bulan, mudah-mudahan lebih akumulatif lebih besar. Kita lihat perkembangan APBD karena ada beberapa yang harus kita dorong juga,” ujar dia.

Baca Juga: Kontrak Diperpanjang, Gaji Guru Honorer Naik Rp100 Ribu

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan perolehan dana insentif daerah (DID) sebesar Rp40 miliar dari pemerintah pusat atas penghargaan serapan belanja APBD dan capaian pendapatan asli daerah (PAD) tertinggi kedua nasional pada tahun anggaran 2022.

Pada 2022, Pemprov Kepri mendapat DID sebesar Rp24 miliar setelah meraih satu penghargaan kategori serapan belanja APBD tertinggi kelima nasional untuk tahun anggaran 2021. DID tersebut digunakan untuk membantu nelayan, petani, serta subsidi transportasi antarpulau.

“Pada akhir 2023 kami optimis dapat DID sekitar Rp40 miliar, karena berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, mengalahkan 36 provinsi lain se-Indonesia,” kata dia.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, sekolah swasta memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan pendidikan di Kepri. “Kalau tanpa sekolah swasta, kemampuan sekolah negeri juga terbatas,” ujarnya. Ia menambahkan insentif tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan total anggaran Rp5 miliar dan diberikan sekali saja.

Andi Agung juga menyebutkan jumlah guru SMA/K swasta di Kepri sebanyak 1.791 orang, dan penerima insentif terbanyak berada di Kota Batam karena memiliki jumlah populasi yang lebih besar. “Paling banyak di Kota Batam. Namun ada yang nol yaitu Anambas. Swasta dulu dapat dari kabupaten/kota. Sekarang kita coba bantu stimulus dari provinsi,” kata Andi Agung.

Dinas Pendidikan Kepri berharap insentif tersebut dapat memotivasi dan meningkatkan semangat para guru swasta dalam memajukan pendidikan di Kepri. “Semoga PAD kita bagus dan bisa kami berikan setiap bulan atau per tiga bulan,” harap Andi Agung.

Para guru swasta yang menerima insentif ini merasa senang dan terharu dengan penghargaan yang diberikan. “Kami merasa diapresiasi dan dihargai atas kinerja kami dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kepri. Kami akan terus bekerja keras dan semakin bersemangat untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi para siswa,” ujar seorang guru SMA yang menerima insentif tersebut.

Diharapkan, kebijakan ini dapat menjadi stimulus positif bagi guru swasta di Kepri untuk terus meningkatkan kualitas dan kinerja mereka dalam mengakselerasi pendidikan di Kepri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Candra Gunawan

Pos terkait