Berkunjung ke Penyengat Wajib Mampir ke Rumah Sotoh, Ini Alasannya

rumah sotoh penyengat
Seorang pengunjung melihat koleksi kitab di Rumah Koto Masjid Raya Sultan Riau di Penyengat. Foto: Disbudpar Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG (gokepri.com) – Jika Anda berkunjung ke Pulau Penyengat di Tanjungpinang, Rumah Sotoh Masjid Raya Sultan Riau merupakan destinasi yang wajib dikunjungi, sebab lokasi tersebut sarat wisata sejarah.

Dilansir laman resmi Pemko Tanjungpinang, Rumah Sotoh menyimpan dan memamerkan beragam koleksi Kutubkhanah Marhum Ahmadi yang dipamerkan dalam Pamern Kitab dan Mushaf Al Qur’an.

Kitab-kitab tersebut merupakan kitab wakaf Yang Dipertuan Riau Raja Muhammad Yusuf Al-Ahamdi, dan sampai saat ini kondisinya masih terawat dengan baik.

HBRL

Kitab-kitab itu di antaranya berupa kitab tafsir dan hadits, mushaf Al Qur’an, kitab dan sejarah Tarekat Naqsyabandiah, kamus, ensliklopedia, sejarah Islam, perbandingan agama, sastra Arab, dan kitab-kitab ilmu tabib.

Sejarahwan Kepulauan Riau (Kepri), Aswandi Syahri mengatakan di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat ini tersimpan perpustakaan yang dibuka Raja Muhammad Yusuf Al-Ahamdi sekitar tahun 1892.

“Sampai sekarang kitab-kitab peninggalan perpustakaan itu dapat kita lihat. Dan kini sedang dipamerkan di rumah Sotoh Masjid Raya Sultan Riau Penyengat,” kata Aswandi, Minggu 12 Maret 2023.

Aswandi mengatakan Pulau Penyengat pernah menjadi pusat literasi sastra Melayu yang terkenal pada abad 19 hingga awal abad 20. Belanda saat itu lalu melihat pulau Penyengat sangat potensial pada bidang bahasa.

“Kemudian menjadikan bahasa Melayu Riau sebagai sumber bahasa yang akan digunakan di sekolah-sekolah yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia,” kata Aswandi.

Pameran Kitab dan Mushaf Al Qur’an di Rumah Sotoh saat ini sedang berlangsung hingga 4 April 2023 dan bakal diperpanjang sampai hari Raya Idulfitri 1444 Hijriah.

Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan informasi lebih jelas terkait koleksi yang dipamerkan, bisa meminta bantuan pemandu wisata lokal yang bertugas di Tourism Information Center (TIC) Penyengat.

Kabid Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang Salmam menuturkan TIC ini disiapkan untuk memberikan pelayanan kepariwisataan kepada para wisatawan yang berkunjung ke pulau Penyengat.

“Di TIC ini, kami siapkan satu orang petugas pemandu wisata lokal yang akan memandu wisatawan selama perjalanan berwisata di pulau Penyengat,” kata Salman.

Baca Juga: Pulau Penyengat Kini Terintegrasi dengan Aplikasi Si Indrasakti

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Asrul Rahmawati

Pos terkait