BATAM (gokepri) – Industri galangan kapal di Batam menghadapi masalah kurangnya juru las atau welder dan fitter. Kebutuhan akan juru las semakin tinggi seiring dengan tingginya permintaan produksi kapal.
Organisasi pengusaha tengah memetakan solusi bagi masalah industri galangan kapal di Batam. Salah satunya merekrut tenaga kerja dari Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan industri yang semakin meningkat, terutama produksi kapal bidang batu bara dan tug boat.
Menurut data pengusaha, industri perkapalan saat ini sedang tumbuh dengan pesat, dengan peningkatan pemesanan kapal mencapai 400 persen. Potensi industri ini masih aman selama dua tahun ke depan, sehingga aman untuk membuka lapangan kerja baru. “Persentase order mencapai 400 persen. Potensi kita ini masih aman sampai dua tahun kedepan, jadi aman sekali untuk membuka lapangan kerja,” ungkap Ketua DPP Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo), Anita Puji Utami.
Ia mengatakan kebutuhan akan tenaga welder semakin tinggi seiring dengan meningkatnya permintaan produksi kapal. Namun, ketersediaan SDM di Batam dan Kepri tidak sebanding dengan kebutuhan tersebut. Banyak industri galangan kapal mengeluh rugi akibat proyek pembangunan kapal yang tidak berjalan karena kekurangan tenaga kerja yang mempunyai spesifikasi khusus sebagai welder.
“Pada proses pembangunan kapal yang awalnya sedikit dan tiba-tiba langsung banyak. Ini memerlukan investasi modal dan SDM. Nah yang SDM ini harus mempunyai spesifikasi khusus, bukan juru las pagar,” ujar Anita, di sela-sela pelantikan pengurus DPC Iperindo Kepri di Hotel Swiss-bell Batam, Kamis 9 Maret 2023.
Iperindo akan bekerja sama dengan mitra sekolah yang ada di Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan pekerja di Kepri. Mereka akan memberikan pendidikan keterampilan khusus untuk mencetak pendidikan las dan juga kerja sama dengan lembaga sertifikasi juru las. “Solusi ini akan disampaikan kepada rekanan atau mitra sekolah yang ada di Tangerang dan Jawa Timur,” ungkap Anita.
Soal upah rendah yang diungkap pekerja di Batam, Iperindo menepis adanya upah murah tenaga kerja welder di industri galangan kapal Batam. Mereka telah mengeluarkan standarisasi tarif untuk kesejahteraan pekerja agar tidak ada yang merugi. “Ada juga (perusahaan) yang rugi karena memang sangat kecil pendapatanmya. Makanya kami sudah mengeluarkan standardiasi tarif untuk kesejahteraan pekerja,” kata dia.
Ketua Iperindo Kepri, Ali Ulai, mengatakan pemerintah harus memberikan perhatian serius kepada industri perkapalan, termasuk memberikan kemudahan izin bagi pengusaha kapal dan izin memberikan pekerja welder. “Saat ini ada 10 kapal yang belum dibangun karena kekurangan tenaga las. Saya memohon agar izin-izin dapat diberikan dengan mudah oleh pemerintah,” ujar Ali Ulai. Ia juga menolak tudingan industri mengupah juru las dengan upah rendah. “Kalau upah murah itu tidak. Kami kasih upah layak kok,” ujar Ali Ulai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Baca Juga:
- Upah Murah dan Sistem Kontrak Kerja Galangan Kapal Batam Rugikan Pekerja
- INDUSTRI GALANGAN KAPAL: Kolaborasi Meramu Strategi Pertumbuhan
- GALANGAN KAPAL BATAM: Musim Panen tapi Minim Juru Las
Penulis: Engesti








