Pengusaha Tahu dan Tempe Babak Belur Harga Kedelai Meroket

Pengusaha tahu
Pengrajin tahu di Batam. Harga kedelai melonjak para pengrajin tahu tempe ancam mogok produksi. Foto: Gokepri.com/Engesti

BATAM (gokepri) – Pengusaha tahu dan tempe di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengeluhkan kenaikan harga kacang kedelai yang naik hingga 100 persen.

Para pengrajin pun mengancam akan mogok produksi. Gubernur Kepri Ansar Ahmad telah memantau situasi ini dan akan mengevaluasi kembali perihal pengadaan kedelai. Sebab, kedelai mahal karena impor dan tidak bisa dihindari.

Pemerintah Provinsi Kepri berupaya untuk menstabilkan harga kedelai dengan mekanisme penyaluran langsung dari importir dan operasi pasar. Gubernur Kepri juga berharap upaya ini dapat menguntungkan baik importir, koperasi maupun pengrajin.

“Tapi mungkin kami cek persentasi marjin keuntungan para importir, kalau nanti umpan ritelnya panjang, mungkin kami bisa intervensi pasar dengan cara operasi pasar,” kata Ansar Selasa 28 Februari 2023. Pelaku usaha tahu dan tempe juga meminta subsidi solar. Gubernur Kepri telah mengarahkan ke Pemko Batam agar diberikan subsidi solar dan telah difasilitasi melalui Disperindag Kepri.

Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin miris melihat kondisi yang dialami pengusaha tahu dan tempe. Ia menilai, kebutuhan pengusaha tahu tempe termasuk dalam kategori Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) itu harus segera diakomodir. Wahyu Wahyudin juga mendorong agar dibuka kembali impor kedelai dan bahkan agar para pengusaha sendiri menjadi importir. “Bahkan kalau bisa mereka sendiri jadi importir. Apalagi tahu tempe sekarang sudah menjadi makanan favorit di luar negeri termasuk Eropa,” ungkap Wahyu Wahyudin.

Sementara itu, Ketua Koperasi Bumi Bertuah Nusantara, Susilo mengatakan kenaikan harga kedelai ini sebenarnya sudah terjadi sejak 2020 lalu, namun tidak setinggi saat ini. Ia tidak mengetahui apa penyebab kenaikan harga kedelai impor dari Malaysia itu dan para pengusaha tahu dan tempe di Kota Batam yang jumlahnya mencapai ratusan usaha merasa khawatir.

Menurut data Susilo, harga kedelai mencapai Rp750 ribu ukuran karung 50 kg dibandingkan dengan harga sebelumnya yang hanya Rp300 ribu per 50 kg. “Sekarang lebih mahal,” ujar dia. “Saat COVID 19 saja Rp490 ribu per karung 50 Kg. Sekarang seharusnyakan lebih murah. Kebutuhan kami itu hampir 1.000 ton.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga: Harga Kedelai di Batam Melonjak, Pengrajin Tahu Tempe Ancam Mogok Produksi

Penulis: Engesti

Pos terkait