Jeju Air Ekspansi Rute Penerbangan ke Bali dan Batam

Jeju Air Batam
Pesawat Jeju Air. Foto: Jeju Air via Yonhap

BATAM (gokepri) – Jeju Air, maskapai penerbangan berbiaya rendah terbesar dari Korea Selatan menggandeng operator bandar udara di Tanah Air untuk membuka rute baru penerbangan ke Indonesia.

Dilansir dari kantor berita Yonhap 31 Januari 2023, Jeju Air telah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MOU) dengan PT Angkasa Pura I. Kerja sama ini untuk membuka rute baru penerbangan dari Incheon ke Bali dan Batam.

Dalam keterangan resminya, Jeju Air menyatakan rute baru ke Bali dan Batam menjadi kesempatan untuk menangkap peluang bisnis sektor pariwisata di Indonesia. Sebagai gambaran, Angkasa Pura adalah BUMN operator bandar udara di Indonesia. API mengoperasikan 15 bandara di Indonesia.

HBRL

Ekspansi rute penerbangan Jeju Air di Indonesia ini bukan yang pertama. Pada September 2022, Jeju Air juga meneken MoU dengan Provinsi Sulawesi Utara dengan menawarkan rute penerbangan ke provinsi ini.

Maskapai penerbangan low-cost carrier atau berbiaya rendah ini berencana menambah rute dengan pesawat Boeing jenis B737-8. Armada baru ini rencananya akan tiba mulai dari 2024 hingga 2027. Jeju Air memesan 40 unit pesawat B737-8 yang sebelumnya dinamai B737 MAX. Nilai investasi pemesanan pesawat untuk Jeju Air ini mencapai USD4 miliar atau sekitar Rp59 triliun.

PT Angkasa Pura I menyatakan kerja sama dengan Jeju akan memulai program ketersediaan maskapai penerbangan dan konektivitas berbagai destinasi wisata, seperti Bali agar terhubung dengan pasar wisatawan Korea Selatan serta membuka potensi konektivitas pariwisata di Batam.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Angkasa Pura I dengan Jeju Air tentang Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Pembukaan Rute Penerbangan Strategis yang dilakukan di Jeju Air Seoul Branch 3F, Aviation Services Center 3F, Seoul, Korea Selatan, Selasa 31 Januari 2023.

Kerja sama ini memiliki jangka waktu satu tahun, berlaku sejak ditandatangani. Penandatanganan dilakukan Direktur Komersial dan Pelayanan Angkasa Pura I, Dendi T. Danianto dan Direktur Divisi Komersial Jeju Air, Kyungpyo Ko.

Penandatangan disaksikan oleh Koordinator Ekonomi, Investasi, dan Perdagangan Kedutaan Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Puji Basuki dan First Secretary Departemen Ekonomi Kedutaan Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Sita Nurfitriani.

Dari pihak Angkasa Pura I yang turut menyaksikan penandatangan tersebut, yakni Komisaris Angkasa Pura I, Irfan Wahid dan Danang Parikesit; Wakil Direktur InJourney, Edwin Hidayat Abdullah; dan Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi.

Disaksikan juga oleh perwakilan dari Jeju Air, yakni CEO Kim E-Bae; Director of Management Support Division, Kyunghoon Song; Director of Commercial Strategy, Kyungwon Kim; dan Team Leader of External Affairs, Daewoo Lee.

Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi, mengatakan kerja sama yang terjalin antara Angkasa Pura I dan Jeju Air sangat strategis. Kerja sama meliputi pertukaran data dan informasi terkait pariwisata, pemasaran bersama.

Selain itu saling mendukung aktivitas dengan regulator dan stakeholder terkait. Serta kerja sama untuk hal yang dapat mendukung realisasi operasional penerbangan.

“Kami menyambut positif kolaborasi bersama Jeju Air. Dengan terbukanya rute penerbangan dari Korea Selatan menuju Indonesia dapat menjadi upaya mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di kedua negara agar semakin meningkat,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi, dalam siaran pers.

Sementara itu, Direktur Komersial dan Pelayanan Angkasa Pura I, Dendi T. Danianto, mengatakan kolaborasi kuat antara Angkasa Pura I dengan Jeju Air ini diyakini dapat meningkatkan aktivitas transportasi udara untuk penumpang dan kargo.

Hal itu sekaligus pengembangan konektivitas pariwisata Indonesia dan Korea Selatan. Di mana destinasi potensial yakni Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Batam melalui Bandara Hang Nadim yang dikelola PT Bandara Internasional Batam, konsorsium yang dibentuk Angkasa Pura I, Incheon International Airport Corporation, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

“Kami berharap dapat membantu percepatan pemulihan iklim pariwisata Indonesia yang terkena imbas pandemi selama dua tahun ketika kondisi pembatasan perjalanan internasional akibat Covid-19,” tutur Dendi.

Melalui kerja sama tersebut juga diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas lagi untuk rute-rute penerbangan dari Korea Selatan maupun negara-negara lainnya menuju bandara-bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I.

Kabar penerbangan Korea Selatan-Batam sebelumnya sudah diumumkan otoritas Bandara Hang Nadim Batam, PT Bandara Internasional Batam (BIB), pada pertengahan Januari 2023.

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB) Pikri Ilham Kurniansyah menjelaskan rute internasional itu menerapkan skema penerbangan tidak terjadwal atau charter flight. Rute penerbangannya tujuan Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan. “Rencananya Februari ini akan dibuka (penerbangan Batam-Korea Selatan,” kata dia, Rabu 18 Januari 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga: Renovasi Bandara Hang Nadim Batam Dimulai

Penulis: Candra Gunawan

Pos terkait