BATAM (gokepri.com) – Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang, Batam Kepulauan Riau resmi ditutup pada akhir Desember 2022. Namun para relawan dan tenaga kesehatan (nakes) memutuskan untuk tetap berada di sana sampai insentif dibayarkan.
Meski mau ditutup insentif makan para relawan dan nakes belum juga dibayarkan sejak April 2022.
“Kami akan tetap di RSKI sampai semuanya lunas,” kata Roni perwakilan relawan RSKI Galang, melalui pesan WhatsApp Rabu 21 Desember 2022.
Ia mengatakan, akan melakukan aksi jika tidak ada kejelasan soal pembayaran Insentif mereka. Katanya, ada dua sumber pembayaran insentif relawan RSKI Galang. Pertama dari kementerian kesehatan dan kedua dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.
Namun sampai saat ini insentif itu belum juga dibayarkan. “Awal-awal bulan itu masih di bayar. Kami juga sudah menyiapkan untuk aksi demo,” kata dia.
Saat ini para relawan dan nakes masih menunggu kejelasan dari Danrem selaku Dansatgas Covid-19. Kata dia, Danrem akan membahas permasalah ini ke pemerintah pusat.
Roni meyakini insentif uang makan mereka tidak akan dipotong dan mempercayai institusi TNI. Namun mereka sudah tidak mempercayai lagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Selama ini kami seperti diadu domba dengan TNI, karena kami diminta untuk menanyakan ke mabes TNI,” katanya.
Setelah ada pemberitaan yang cukup viral, Roni mengatakan jawaban BNPB berubah dan meyampaikan insentif uang makan mereka sedang menunggu verifikasi data.
“Pada saat itu, kami masih melaksanakan tugas tanggung jawab kami di sini, bagaimana nasib kami kalau sudah tidak di sini lagi?” kata dia.
Sementara, Komandan Korem (Danrem) 033/Wira Pratama sekaligus Komandam Satuan Tugas (Dansatgas) Penanganan Covid-19 Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Brigjen TNI Yudi Yulistyanto mengatakan, hak para relawan dan nakes akan mereka perjuangkan sebelum mereka meninggalkan RS itu.
Ia memahami betul kegelisahan para tenaga medis dan non medis di RSKI Galang. Yudi berjanji akan menyampaikan kegelisahan tersebut ke Jakarta. Ia pun mengaku akan berkomitmen untuk meneruskan permasalahan yang dialami tenaga medis dan non medis RSKI Galang.
“Sekali lagi saya mohon maaf, saya belum bisa memaksimalkan untuk hak-hak kalian dan besok saya akan ke Jakarta untuk menemui mereka mereka yang bertanggung jawab atas hak kalian,” kata dia.
Baca Juga: RSKI Galang Ditutup Akhir Desember, Nakes Dipulangkan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis : Engesti









