Batam (gokepri.com) – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyetujui semua perizinan yang berada di wilyah KPBPB Batam dapat dilaksanankan oleh pelaku usaha di Batam.
Regulasinya sesuai dengan Peraturan Presiden no 41 tahun 2021.
“Sudah ada Peraturan Presiden, jadi tinggal dijalankan saja,” ujar Airlangga di NDP Jumat 4 November 2022.
Menurutnya, dengan terpusatnya semua perizinan di Batam akan memudahkan para pelaku usaha. Sampai saat ini, tercatat daftar perizinan berusaha yang menjadi kewenangan BP Batam di KPBPB.
Sebelumnya, pelaku usaha di Indonesia berharap perizinan dapat dipusatkan di Kota Batam. Hal ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia, Sanny Iskandar, saat bertemu dengan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi beberapa waktu lalu.
Kedatangan HKI Indonesia disambut di Ruang Balairungsari dan diterima oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi didampingi oleh seluruh jajaran Eselon I yakni Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto beserta Para Anggota Bidang dan pejabat Eselon II dan III BP Batam.
Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia dipimpin langsung oleh Ketua Umum Asosiasi yakni Sanny Iskandar, dengan membawa sekitar 30 anggota para pelaku usaha se-Indonesia yang tergabung dalam HKI Indonesia.
Himpunan Kawasan Industri (HKI) sebagai asosiasi perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan dan pengelolaan kawasan industri di Indonesia, saat ini memiliki 107 anggota perusahaan, dan tersebar di 22 provinsi.
Sanny Iskandar, mengatakan, pihaknya membawa pengembang dan pengelola Kawasan Industri se-Indonesia yang tergabung dalam HKI Indonesia untuk datang ke Batam, guna melihat langsung perbandingan pengembangan Batam dan kawasan industri di wilayah ini.
Kunjungan juga dilakukan, karena pihaknya merasakan perubahan yang signifikan baik dari pelayanan perizinan dan infrastruktur di wilayah Batam.
“Belakangan kita lihat banyak terobosan-terobosan (di Batam), baik dari sisi pelayanan dan pembangunan Batam itu sendiri, sehingga kami harapkan temen-temen pengusaha dari daerah lain dapat take advantages ya, dari apa yang dilakukan Batam,” Kata Sanny.
Lebih lanjut dirinya juga mengharapkan kerja sama dapat tercipta antara HKI dengan BP Batam dan Pemerintah Kota Batam, dalam perencanaan, koordinasi maupun pengawasan terhadap pengembangan Kawasan.
Melihat komitmen BP Batam dalam memberikan pelayanan prima untuk investor baik dari sisi pertanahan, pelayanan perizinan, insentif serta infrastruktur, ia juga optimis para anggota HKI dapat berpeluang besar melakukan ekspansi bisnis ke Batam.
“Temen-temen yang hadir langsung melihat situasi Batam hari ini, jika mereka ingin memperluas industrinya, mereka katakan ingin memilih Batam yang saat ini berkembang luar biasa, dan perizinan sudah mudah sekali di BP Batam,” Pungkas Sannny.
Penulis: Engesti








