Batam (gokepri.com) – Pengembangan kebun cabai di Pulau Setokok menjadi salah satu upaya Pemko Batam mengendalikan ancaman inflasi tinggi terutama dari kelompok makanan.
Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad menyatakan inflasi di Kota Batam masih aman dan terkendali tapi tetap perlu langkah-langkah strategis.
Meski ada beberapa bahan pokok yang naik ia memastikan stok kebutuhan bahan pokok itu aman sampai akhir tahun.
“Batam ini masih aman. Secara umum juga inflasi kita terkendali,” kata Amsakar baru-baru ini.
Ia menyebut berdasarkan data BPS Kota Batam menunjukkan inflasi sebesar 0,61 persen. Inflasi Kota Batam pada Juli 2022 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkn oleh kenaikan enam indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transportasi naik 3,84 persen, kelompok makanan, minuman, tembakau naik 0,45 persen, kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,20 persen, kelompok perumahan, listrik, air, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,13 persen, kelompok kesehatan naik 0,05 persen, dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya naik 0,03 persen.
Dari 2 kota IHK di Provinsi Kepulauan Riau, tercatat Kota Batam mengalami inflasisebesar 0,61 persen, dan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 0,66 persen.
“Kami prediksi akan stabil,” kata Amsakar.
Ia mengatakan terjadinya kenaikan harga komoditas strategis di Kota Batam disebabkan beberapa faktor di antaranya adanya perubahan cuaca yang cukup ekstrem, jalur pendistribusian dari satu titik ke Kota Batam yang tidak mudah serta nelayan yang tidak melaut karena susah dapat BBM.
“Seperti BBM, saya menghubungi Pertamina dan saya minta bantu biar nelayan kita mudah dapatkan solar,” kata dia
Amsakar menyebut salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan inflasi adalah pengembangan kebun khusus petani cabai di Pulau Setokok sebagai upaya menekan angka inflasi di daerah setempat.
“OPD teknis selalu memberikan respon baik pada setiap pertemuan yang dilaksanakan, pada intinya ikhiar kami untuk menekan angka inflasi itu senantiasa di lakukan. Pak Mardanis (Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertananian Kota Batam) dan Bank Indonesia sedang membuat kebun khusus untukk para petani cabai di Setokok, dan sekarang sedang mengembangkan lagi di titik lain,” kata Amsakar.
Menurut Amsakar, hal ini dilakukan untuk menekan angka inflasi telah menjadi atensi bagi Pemko Batam agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau.
“Agar upaya terus menerus untuk melakukan pengendalian inflasi di Batam Alhamdulillah secara kontinu kita sudah melakukan itu. Karena TPID kami, BI dan OPD teknis selalu membuat agenda rutin untuk membahas hal itu. Insya Allah hal itu menjadi atensi dari Pemko Batam,” katanya.
Penulis: Engesti








