Nelayan di Lingga Kesulitan Peroleh Solar Subsidi

Solar subsidi nelayan
Trifranto, Kepala Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga. Foto: gokepri/Tambunan

Lingga (gokepri.com) – Jatah BBM subsidi untuk nelayan di Sungai Buluh berkurang drastis. Nelayan pun kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi berjenis solar

Hal ini disampaikan Kades Sungai Buluh Kecamatan Singkep Barat Provinsi Kepri, Trifranto, pada akhir pekan lalu.

“Nelayan Sungai Buluh mendatangi kami di Kantor Desa mempertanyakan kelangkaan pasokan ini yang sudah terjad sejak awal tahun ini,” ungkap dia. “Dulu kuota kami tidak pernah kurang sekarang sudah dibatasi sekarang kami lagi didata, seperti apa keputusannya kami belum tahu.”

HBRL

Beberapa nelayan sudah berusaha mengurus persyaratan untuk mempermudah mendapatkan BBM jenis solar bersubsidi dengan aturan baru bahwa pompong nelayan harus ada pas kecil dari Syahbandar baru bisa rekomondasi solar subsidi. Termasuk yang membuat atau menyambung pass yang sudah mati.

“Ini sangat miris padahal mereka tidak pernah menuntut hak mereka yang tidak mendapatkan minyak subsidi tersebut,” papar Trifranto.

Jatah yang ada saat ini disebutnya sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan melaut. Banyak katagori nelayan tradisional seperti, nelayan bubu ketam dan nelayan pancing tidak semua nelayan menjaring ikan.

“Inilah yang harus diperhatikan, mereka butuh minyak subsidi,” ujar dia.

Nelayan, lanjut dia, sudah mencoba membeli minyak di SPBB Sungai Buluh, namun pihak SPBB Sungai Buluh mengatakan bahwa minyak solar subsidi sudah habis.

Penulis: Tambunan

Pos terkait