Kuala Lumpur (gokepri.com) – Produsen semikonduktor asal Malaysia, Unisem (M) Bhd akan melepas kepemilikan lahan beserta gedung di Kota Batam senilai USD34 juta atau setara Rp486,4 miliar.
Lewat anak usahanya yang terdaftar di Indonesia, PT Unisem, dilansir dari The Edge Markets, media massa online di Malaysia, dikabarkan menjual asetnya tersebut ke PT Infineon Technologies Batam.
Hasil penjualasan aset akan digunakan untuk mendanai operasional Unisem dalam bentuk modal kerja dan belanja modal.
“PT Unisem telah menghentikan operasinya pada Maret 2020. Sejak itu, manajemen telah menempatkan tanah dan bangunan untuk dilepas. Pelepasan tersebut akan memungkinkan Unisem untuk memulihkan bantuan keuangan yang diberikan kepada PT Unisem selama periode penutupan pabrik pada 2019 dan 2020,” kata Unisem dalam pengajuan ke Bursa Efek Malaysia.
Unisep mengatakan mereka mengharapkan untuk memperoleh keuntungan bersih RM130,65 juta dari penjualan, menambahkan bahwa transaksi tersebut akan memiliki efek positif pada pendapatan dan aset bersihnya untuk tahun keuangan saat ini yang berakhir pada 31 Desember 2022.
Saham Unisem ditutup enam sen atau 1,90% lebih rendah pada RM3,09 pada Kamis (7 April), dengan nilai grup pada RM4,98 miliar.
Sebagai gambaran, PT Unisem, sebuah perusahaan penyedia layanan perakitan dan pengujian semikonduktor di Batam sudah menutup pabriknya sejak 2022. Keputusan ini tentu mengejutkan, terlebih kiprah Unisem dalam dunia industri di Batam sudah terbilang lama.
Perusahaan yang terletak di Kawasan Industri Batamindo ini berdiri sejak tahun 1991. Perusahaan ini berdiri di awal-awal kawasan industri Batamindo di Bangun. Yang cukup membanggakan, di awal-awal investasinya, perusahaan ini sudah bisa memiliki gedung sendiri di Batamindo.
Perusahaan ini cukup lama beroperasi di Batam dengan nama awal PT Astra Microtronics. Dalam perjalanannya dibeli oleh investor Malaysia dan berganti bendera menjadi PT Unisem.
Kiprah PT Unisem di Batam cukup cemerlang. Langsung merekrut tenaga kerja dan mulai memproduksi dan merakit semikonduktor di Batam. Produk yang dihasilkan kemudian di ekspor ke beberapa pasar mancanegara.
Bukti keseriusan PT Unisem berinvestasi di Batam, membangun gedung atau industri sendiri di Batamindo. Pabrik tersebut berdiri di atas lahan 3,5 hektare. Uniknya, PT Unisem tak mengadopsi bentuk bangunan industri di Batamindo pada umumnya.
Namun, PT Unisem menutup lini pabriknya di Batam sejak akhir Maret 2020. Mereka menghentikan operasional di Batam karena permintaan atas produksi semikonduktornya terus menurun. Ketika menutup pabriknya di Batam, PT Unisem berjumlah 1.505 orang.
Penulis: Candra Gunawan









