Remaja Perang Sarung di Aviari Dibubarkan Polisi, Orang Tua Dipanggil ke Polsek

Perang sarung
Perang sarung di kawasan Batuaji, Kota Batam, Kamis 7 April 2022. (Foto: gokepri/Engesti)

Batam (gokepri.com) – Kawasan Aviari, Batuaji, Kota Batam Batam pada Kamis dini hari 7 April 2022 heboh dengan aksi remaja-remaja.

Jam 1 malam, muda-mudi Batam masih berkumpul di seputaran taman makam. Jumlah mereka sekitar 30-an. Mereka duduk dan bercerita santai sambil menganyam sarung yang diruncingkan di ujungnya.

Ya. Di Batam belakangan ini sedang tren perang sarung yang dilakukan muda-mudi Batam untuk mencari hiburan.

HBRL

Beberapa dari mereka juga ada yang sibuk bermain sosial media Facebook untuk memantau situasi. Agak aneh memang memantau situasi melalui Facebook tapi itulah yang mereka lakukan. Melalui sosial media Facebook itu mereka menjalin hubungan untuk melakukan perang sarung tersebut dengan remaja lain di lokasi berbeda.

Sekitar pukul 02.00 dan mendapatkan lawan bertanding mereka mulai bergeser. Kali ini lokasi bertanding perang sarung dilakukan di Sei Temiang, atau yang bisa dikenal Trak capung; jalanan lurus yang biasa di pakai untuk balap liar. Hal ini sesuai dengan kesepakatan saat berunding di FB tadi.

Setelah bertemu kedua remaja yang sudah janjian itu langsung menjalankan aksinya di tengah jalan.

Kenakalan remaja muncul saat bulan suci Ramadan tiba. Ini terjadi di sudut-sudut kota Batam, dulu Ramadan tahun lalu juga tren-trennya balap lari liar di mana para pengendara tak lagi aman saat berkendara di malam hari. Aparat kepolisian dan keamanan lainnya kewalahan. Sebab, kenakalan remaja ini terjadi di lokasi yang sulit ditebak.

Perang Sarung makan korban

Dampak negatif perang sarung itu ternyata sampai memakan korban. Walau pun tak sampai meninggal dunia. Setidaknya beberapa remaja mengalami luka-luka yang cukup berat. Seperti perang sarung yang terjadi di wilayah Sekupang.

Kapolsek Sekupang Kompol Yudha Surya Wardhana mengatakan pihaknya langsung membubarkan aksi remaja itu.

Pihaknya mengamankan beberapa gulungan sarung serta kendaraan dan beberapa orang anak yang terlibat perang sarung.

“Kami panggil orangtuanya untuk menjemput ke Polsek. Biar dikasih pelajaran sama orangtuanya,” kata Yudha.

Seorang remaja yang ikut perang sarung, MA (15) tahun mengaku terlibat perang sarung lantaran diajak temannya.

“Saya ikut kawan saja,” kata dia.

Menurutnya, perang sarung itu sudah direncanakan melalui sosial media.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad mengatakan, sangat menyayangkan aksi para para remaja tersebut. Pihaknya mengaku akan menindak lanjuti permasalahan kenakalan remaja tersebut.

“Nanti akan kami tidak lanjuti hal itu. Karena informasinya baru kami dapati. Nanti akan kami suruh satpol PP untuk mengawasi,” kata Amsakar di DPRD Batam, Kamis 7 April 2022.

Ia berharap kenakalan remaja tersebut tidak melebar dan menjadi tauran.

“Kalau bisa satu pletonlah bertugas khusus agar tidak jadi berkembang liar jadi tauran pulak,” katanya.

Dikonfirmasi kepada Kasatpol PP Kota Batam, Reza Khadafi terkait aksi perang sarung para remaja yang meresahkan warga tersebut. Pihaknya akan memerintahkan BKO Satpol PP Kecamatan untuk dilakukan pengawasan.

“Kami sudah dapat info tersebut, BKO Satpol PP Kecamatan sudah diarahkan lakukan pengawasan,” kata Reza.

Kata Dia, terkait perang sarung yang dilakukan sekelompok remaja yang meresahkan itu dirinya telah mendapatkan laporan dari masyarakat.

Nantinya satpol PP yang di BKO di kecamatan akan disiagakan untuk melakukan pengawasan dan meminimalisir tawuran sarung oleh para Remaja.

“Tidak hanya melapor ke Satpol PP, masyarakat ada sebagian yang telah melaporkan ke kepolisian. BKO Satpol PP 15 sampai 20 orang yang akan langsung bertindak jika ada laporan,” katanya.

Penulis: Engesti

Pos terkait