Kadin Batam: Tanjung Pinggir Tak Ideal, Lebih Baik Maksimalkan Pelabuhan Eksisting

Kadin Rempang
Ketua Kadin Kota Batam Jadi Rajagukguk (kanan) bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid (kiri) beberapa waktu lalu. (foto: Instagram/Jadi Rajagukguk)

Batam (gokepri.com) – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam Jadi Rajagukguk menilai rencana pemerintah membangun pelabuhan peti kemas di Tanjung Pinggir kurang realistis karena butuh kajian yang mendalam. Ia pun memandang lebih baik pemerintah memaksimalkan pelabuhan yang ada sekarang.

Meski pesimistis soal proyek pelabuhan baru itu, Jadi mengapresiasi rencana pemerintah di Tanjung Pinggir. Namun Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (KOI) ini mengingatkan pemerintah jangan terlalu fokus terhadap pembangunan pelabuhan di Tanjung Pinggir.

Sebab, pelabuhan itu kondisinya jauh dari kata ideal untuk dikembangkan seperti keinginan pemerintahan.

HBRL

“Kami apresiasi rencana pemerintah pusat terkait pembangunan kontainer internasional di Batam. Hanya saja pertama jangan melupakan pelabuhan di Batu Ampar,” kata Jadi saat dihubungi, Jumat 4 Febuari 2022.

Menurut Jadi, narasi yang dibangun oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan soal pelabuhan peti kemas Tanjung Pinggir atau New Port of Batam lebih besar dibandingkan dengan yang ada di Tanjung Priok dan akan rampung pada tahun 2024 dirasa sangat berlebihan.

Dia mengatakan pembangunan pelabuhan memerlukan waktu dan analisis yang lebih lama. “Kalau membangun pelabuhan di Tanjung Pinggir itu perlu waktu lebih kurang 5 sampai 10 tahun. Membuat studi bisnisnya saja perlu waktu satu sampai dua tahun. Apalagi di sana masih kosong, kan. Harus dirancang dulu, ada studi bisnisnya dulu, jadi sangat panjang,” papar dia.

Jadi Rajagukguk khawatir jika pemerintahan terlalu fokus terhadap pembangunan pelabuhan peti kemas yang ada di Tanjung Pinggir, permasalahan akan muncul.

“Sementara pemerintahan Pak Jokowi sisa waktunya hanya 2 tahun, yang kita takutkan nanti begitu selesai pemerintahan Jokowi, pelabuhan hanya rencana saja tidak jadi pelabuhan lagi,” kata dia lagi.

Dari sisi investasi, kata Jadi, juga sangat memberatkan. “Benar tidak invrestornya dari Dubai. Di sisi lain (pasar) kontainernya dimana yang mau di ambil. Kontainer yang mau diambil itu ada di Singapura. Sementara di Singapura itu ada 5 atau 6 juta TEUsdan di Malaysia itu ada sekitar 6 juta TEUs. Nah kalau yang dipegang dengan Dubai, kontainer yang mana,” katanya.

Ia menyarankan agar pemerintah pusat lebih memaksimalkan pelabuhan Batu Ampar sembari menunggu pelabuhan baru itu rampung. “Saran kami yang pelabuhan Batu Ampar difokuskan, dimaksimalkan sambil menunggu pelabuhan yang baru,” kata dia.

Penulis: Engesti

  • Baca Topik ‘Pelabuhan Tanjung Pinggir’:

– Kepala BP Batam: New Port Perkuat Batam sebagai Hub Logistik Internasional

– Berhadapan Langsung dengan Tuas Mega Port Singapura, Ini Fakta-Fakta New Port of Batam

– NEW PORT OF BATAM: Menekan Biaya Logistik Alasan Pemerintah Bangun Pelabuhan Baru

– Pemerintah Bangun Pelabuhan Peti Kemas Baru di Batam, Digadang-gadang Lebih Besar dari JICT

Pos terkait