50 Tahun sebagai Terminal Peti Kemas, Batuampar Bakal Berubah Fungsi Jadi Pelabuhan Roro dan Penumpang

Pelabuhan baru di Batam
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhur Binsar Pandjaitan mengumumkan proyek pelabuhan peti kemas baru di Sekupang, Kota Batam, Senin 24 Januari 2022. (foto: gokepri/Engesti)

Batam (gokepri.com) – Pemerintah punya rencana lain untuk Pelabuhan Batuampar di FTZ Batam. Sudah setengah abad berfungsi sebagai terminal peti kemas, Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan Batuampar akan digunakan sebagai pelabuhan roro dan penumpang.

Rencana baru untuk Pelabuhan Batuampar diumumkan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi itu ketika meninjau kawasan Tanjungpinggir, Sekupang, Senin 24 Januari 2022.

Kawasan Tanjungpinggir adalah lokasi yang diputuskan pemerintah untuk dibangun pelabuhan peti kemas baru, menggantikan peran Batuampar. Sedangkan Pelabuhan Batuampar akan berubah fungsi hanya untuk pelabuhan roro dan terminal penumpang.

HBRL

“Untuk roro nanti kami siapkan,” kata Luhut.

Ia menyatakan pihaknya ingin hanya ada dua pelabuhan di Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam Kepulauan Riau, sedangkan yang sudah ada lainnya akan ditutup.

“Di Batam ini, kita akan bikin dua pelabuhan saja. Yang lain tutup, dalam dua tahun ini,” kata Luhut.

Ia mengemukakan bahwa satu di antara dua pelabuhan itu, berlokasi di Tanjungpinggir, yang baru akan dibangun, sedangkan satu pelabuhan lainnya masih belum ditentukan.

Namun, ia tidak menutup kemungkinan satu pelabuhan lainnya di Batam itu berlokasi di Kabil.

“Yang satu ini (di Tanjungpinggir), nanti kita cari satu lagi mana. Apakah nanti kita pakai Kabil untuk keperluan sendiri dan dalam negeri, nanti kita akan tentukan,” kata Menko Marves.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya menyatakan Pelabuhan Batuampar juga akan dijadikan untuk melayani kapal penumpang.

“Untuk roro dan penumpang,” kata Budi Karya.

Sementara itu, Pemerintah berencana membangun pelabuhan kontainer baru di Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam yang berlokasi di Tanjungpinggir Kecamatan Sekupang, berhadapan langsung dengan Singapura.

Pelabuhan baru akan berkonsep ramah lingkungan dan cerdas, green and smart port, dengan tetap mempertahankan danau dan mangrove yang sudah ada. Menhub mengutarakan harapannya agar pelabuhan baru itu bisa beroperasi sebelum 2024.

Sebagai gambaran, Pelabuhan Batuampar memiliki tiga dermaga yakni dermaga Timur, dermaga Utara yang dibangun tahun 1970, dan dermaga Utara baru setelah reklamasi tahun 2015, serta dermaga Selatan yang pernah ditinggikan tahun 1991.

Pada 2021, Pelabuhan Batam melayani 611.192 TEUs. Data berdasarkan Badan Usaha Pelabuhan ((BUP) Batam. Setahun sebelumnya sebanyak 518.682 TEUs.

Penulis: Engesti

Baca Juga:
– Pemerintah Bangun Pelabuhan Peti Kemas Baru di Batam, Digadang-gadang Lebih Besar dari JICT  

– Kejar Tayang di Batu Ampar

Pos terkait