Batam (gokepri.com) – Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjalani karantina di Rusun Tanjung Uncang, Batam mengeluh soal matinya air bersih dan tumpukan sampah.
Keluhan itu disampaikan Fahrur, melalui unggah video yang di uploadnya di media sosial instagram.
Fahrur mengatakan, berdasarkan posting, di lokasi itu terdapat banyak tumpukan sampah dan minimnya ketersediaan air bersih.
“Beginilah situasi tempat karantina di Tanjung Uncang, sampah menumpuk hingga mengakibatkan bau busuk. Air bersih tidak mencukupi, karena pengiriman macet,” kata Fahrur.
Kata dia, untuk mendapatkan air dirinya dan penghuni karantina lainnya harus berkali-kali komplain ke petugas.

“Jangankan untuk mandi. Untuk wudhu aja nggak bisa. Kami harus protes keras kepada petugas baru diberi air,” katanya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Faisal Novrieco menyebut, tumpukan sampah yang ada di rusun itu disebabkan tingginya volume aktivitas orang di kawasan rusun.
“Ini PMI keluar masuk ratusan dan ribuan. Jadi ada peningkatan volume sampah,” katanya.
Dirinya juga menyayangkan, posting tumpukan sampah oleh orang yang tidak bertanggungjawab tersebut.
“Kami menyayangkan ya bukannya melarang tapi informasi itu tidak benar,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi justru menyerahkan masalah tersebut kepada satgas pemulangan PMI, Letkol Kav Sigit Dharma.
“Tanya pak Dandim atau Danrem itu tanggungjawab mereka,” kata Rudi di dataran Engku Putri Batam Center.
(Penulis: Engesti)









