Lingga (gokepri.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga menepis dugaan proyek rehabilitasi dermaga Pelabuhan Roro dan Movebale Bridge di Desa Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, mangkrak.
Dugaan itu mencuat usai beredarnya kabar yang menyebutkan bahwa pengerjaan rehabilitasi tak kunjung rampung.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lingga, Selamat melalui Kepala Bidang (Kabid) Darat, Amirudin mengatakan, bahwa pengerjaan proyek rehabilitasi telah berjalan dengan baik.
“Coba kita lihat proyek (Jagoh) kami rasa tidak ada kendala, Proyek berakhir tanggal 16 Desember, mereka (kontraktor) pengerjaan belum sampai satu bulan,” kata Amir saat dikonfirmasi, Kamis 18 November 2021.
Amir memaparkan, saat ini proyek rehabilitasi telah mencapai progres 70 persen yang diestimasikan pengerjaan selesai akhir November 2021 mendatang.
Namun, ia juga khawatir dengan faktor cuaca yang bisa menghambat berjalannya pengerjaan menjadi terganggu karna keberadaan pekerjaan berada di atas laut ,ujarnya.
“Jadi saat ini mereka sedang mengejar target untuk di grating galpanis, dan pihak kontraktor juga telah mulai lembur. Namun, faktor cuaca bisa menjadi hambatan kita untuk pengerjaan,” ucapnya.
Maka dari itu, Amir juga telah meminta semua pihak agar berupaya maksimal, sehingga pengerjaan cepat selesai dan bisa dinikmati seluruh masyarakat.
“Kami ingin pelabuhan ini dapat memberikan suatu kebanggaan dan memberi manfaat maksimal bagi perekonomian dan keselamatan kepada masyarakat, serta para penguna jasa Pelabuhan Roro Jagoh,” ungkapnya.
Terkait dengan rencana pengalihan sementara rute Ro-Ro Jagoh ke pelabuhan Penarik. Amir menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan upaya-upaya baik itu dalam segi Administrasi dan juga Komunikasi.
“Saya sudah menelpon dari Dirjen, dia tak menyetujui, alasannya karena KM Senangin dan KM Kundur adalah Roro yang disubsidi, dan itu dikeluarkan oleh SK menteri, jika Ingin dialihkan, maka harus ada perubahan tarif, dan harus kita rubah juga lagi SK menteri, jadi untuk menunggu itu lama, sehingga kita menunggu saja pengerjaan tersebut selesai,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lingga, tahun anggaran 2021 senilai Rp6,4 miliar, dan dikerjakan oleh PT Sumber Cipta Yoenanda. (Penulis: Tambunan)









