Realisasi Investasi di Batam Meningkat

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi

Batam (gokepri.com) – Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat total realisasi investasi pada semester pertama 2021 sebesar Rp7,76 trilliun dan 2.567 proyek.

Investasi terbesar dari sektor industri elektronik, data tersebut berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) bahwa terdapat peningkatan realisasi investasi PMA dan PMDN.

“Jika dibandingkan tahun lalu dengan periode yang sama terjadi peningkatan sebesar 10,69% dengan peningkatan jumlah proyek sebanyak 201,12%,” kata Rudi, Kamis (28/10/2021).

HBRL

Menurutnya, Batam juga mengalami peningkatan ekspor senilai Rp91,5 triliun pada Januari – Juli 2021, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya senilai 77,6 triliun rupiah.

Ekspor ini didominasi negara tujuan tertinggi, yaitu Singapura, Tiongkok dan Amerika Serikat. Selain salah satu tujuan ekspor tertinggi, Tiongkok juga merupakan negara sumber importir tertinggi.

“Dikarenakan bahan baku manufaktur di Batam didominasi berasal dari Tiongkok,” katanya.

Selain itu, Rudi juga mengatakan selain dikenal dengan Free Trade Zone (FTZ), di Batam saat ini juga telah ditetapkan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Di mana Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2021 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Batam Aero Technic (KEK BAT) dan Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2021 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa (KEK Nongsa).

Peraturan Pemerintah tersebut ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Sabtu, 12 Juni 2021.

“Kedua KEK tersebut merupakan yang pertama di Batam, bergabung dengan KEK lainnya yang ada di Indonesia,” katanya.

Selanjutnya, melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2021, pemerintah juga menambahkan kebijakan baru mengenai kelembagaan dan kebijakan strategis pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) untuk meningkatkan ekosistem investasi dan pertumbuhan ekonomi, perluasan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing kawasan.

“Ruang lingkup tersebut, antara lain kelembagaan, pelayanan perizinan, pengembangan dan pemanfaatan aset, fasilitas dan kemudahan, pengembangan dan pengelolaan Kawasan BBK, sanksi dan peralihan,” katanya.

(ard)

|Baca Juga : 10 Daftar Penerima Penghargaan BP Batam

Pos terkait