Batam (gokepri) – Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober di kalangan pelajar kurang begitu bermakna. Hal ini terlihat pada hari momen bersejarah ini. Tak satu sekolah pun memperingati hari besar ini, baik dengan upacara maupun lomba-lomba seperti hari biasanya.
Alasan sekolah sendiri bermacam-macam. Karena masih masa pandemi dan pembelajaran tatap muka (PTM) masih terbatas. Belum lagi diperburuk lagi kondisi cuaca pada 28 Oktober hujan, dan sekolah sendiri tidak memprogramkan kegiatan tersebut.
Beberapa pelajar juga saat diwawancari berbagai komentar, ada yang fasih sejarah Sumpah Pemuda, malah ada pelajar juga yang tidak tahu sama-sekali.
|Baca Juga: Sumpah Pemuda di Mata KNPI Batam: Generasi Muda Jangan Apatis tapi Wajib Kreatif
“Sumpah Pemuda itu merupakan titik tolak perjuangan para pemuda dahulu untuk mempersatukan para pemuda merebut kemerdekaan, kalau enggak salah,” ujar Muhammad Fakhri Iskandar pelajar kelas 12 di SMAN 20 Batam.
Begitu pula pernyataan dari Putri Dwi Amanah dan Haiza Nurisnadiah temannya Fakhri. Mereka baru tahu kalau hari ini (28 Oktber) merupakan hari Sumpah Pemuda.
“Oh iya lupa hari ini hari Sumpah Pemuda ya, memang merupakan momen penting sih untuk kita peringati. Karena ikrar dari Sumpah Pemuda sendiri cukup sakral ‘Semangat para pemuda mengajak untuk menjunjung tinggi sikap tentang satu nusa satu bangsa dan satu bahasa'” ucapnya bersahutan.
Sementara siswa lainnya mengaku tak paham akan hari Sumpah Pemuda. “Gak tau sih, setahu aku ya ikut-ikutan aja memperingati kemarin itu di sekolah diadakan lomba-lomba, Tapi kalau maknanya kurang paham meski sudah kita pelajari lupa lagi,” ucap Andri dan Dini.
Sementara guru sendiri mengaku bila semangat Sumpah Pemuda ini telah luntur di kalangan para pemuda. Hal ini dikarenakan pengaruh zaman yang kian menguras akan norma-norma sejaran di kalangan para pelajar. Maka dari itu, sekolah perlu terus memupuk nilai-nilai sejarah kepada para pelajar ini, akan mereka sadar dan tahu perjuangan para pahlawan yang cukup gigih melawan kemerdekaan ini.
“Harus lebih intens lagi sekolah menggerakan nilai sejarah, seperti hari Sumpah Pemuda ini di sekolah diajarkan cinta Tanah Air, dan nasionalis, serta mengajarkan menghormati keberagaman suku bangsa dan menghargai pendapat orang lain ialah sesuatu yang sangat penting,” jelas Rusli sebagai guru prakarya ini. (aat)
|Baca Juga: Nadiem Makarim: Sumpah Pemuda Hari Kemenangan bagi Generasi Muda








