Batam (gokepri.com) – Pemerintah Kota Batam bersiap menjalankan kebijakan minyak goreng curah yang dilarang beredar mulai 1 Januari 2022. Masyarakat diimbau menggunakan minyak goreng kemasan.
“Sudah ada kebijakan tidak ada lagi menjual minyak goreng curah. Jadi sekarang minyak goreng yang bermerek. Nah itu sebabnya harga minyak makan mengalami kenaikan,” kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, di Kantor DPRD Batam, Rabu, (27/10).
Menurut Amsakar, kenaikan harga minyak goreng saat ini dipicu oleh harga Crude Plam Oil (CPO) dunia yang sedang naik. Selain itu kebijakan dari Kementerian Perdagangan yang menyebabkan harga minyak dan pendistribusian minyak curah mulai dibatasi.
|Baca Juga: Harga Minyak Goreng di Batam Merangkak Naik
Amsakar menjelaskan larangan minyak goreng curah itu sekaligus menekan atau meniadakan peredaran minyak jelantah yang didaur ulang menjadi minyak goreng. Untuk mengantisipasi hal itu pihaknya telan menginstruksikan Disperindag Kota Batam akan melakukan operasi pasar.
“Sebenarnya ini bagus untuk perlindungan konsumen. Kalau barang yang sudah ada merek atau brandingnya itu tentu saja lebih baik,” katanya.
Sebagai gambaran, kewajiban minyak goreng kemasan akan mulai diterapkan mulai 1 Januari 2022. Dengan kata lain, mulai tahun depan peredaran minyak goreng curah resmi dilarang untuk diperdagangkan.
Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis, Kementerian Koordinator Perekonomian, Musdalifah Machmud, mengatakan, semua pihak terkait harus mulai bersiap diri dan menyiapkan antisipasi seiring akan diterapkannya larangan minyak goreng curah.
Seperti diketahui dalam Pasal 27 Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2020 tentang Minyak Goreng Sawit Wajib Kemasan diamanatkan, pada saat permendag tersebut berlaku, minyak goreng dalam bentuk curah masih bisa beredar di pasar dan diperdagangan namun sampai tanggal 31 Desember 2021.
“Desember sudah tidak lama lagi sehingga distribusi minyak perlu dipersialan lebih baik,” kata Musdalifah dalam sebuah webinar, beberapa waktu lalu. (Engesti)
|Baca Juga: Disperindag Kepri Telusuri Penyebab Kenaikan Harga Minyak Goreng








