BP Batam Siapkan Laboratorium TCM di Bandara Hang Nadim

TCM di Bandara Hang Nadim
Bandara Hang Nadim, Kota Batam. (foto: gokepri/Engesti)

Batam (gokepri.com) – Otoritas Bandara Hang Nadim Batam butuh waktu untuk menyiapkan fasilitas tes Covid-19 setelah pintu penerbangan internasional dibuka sejak 14 Oktober. Mereka bekerja sama dengan laboratorium untuk mendatangkan alat tes cepat molekul atau TCM.

General Manager Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Bambang Soepriono, mengungkapkan alat TCM tersebut pengganti mesin PCR yang berfungsi mendeteksi virus corona di bandara.

Fasilitas tes Covid-19 harus dipenuhi bandara dengan landasan terpanjang di Asia Tenggara itu seiring penetapan Hang Nadim sebagai pintu masuk penerbangan berjadwal dari luar negeri sejak 14 Oktober 2021.

HBRL

“Saat ini tengah persiapan rapat. Kami fokus dalam rute bagi Wisman yang baru tiba,” kata Bambang saat dihubungi, Senin (18/10).

Ia menjelaskan sesuai instruksi pemerintah pusat, salah satu poin yang akan dibahas adalah menjalin kerja sama dengan salah satu Laboratorium di Indonesia, dalam penyediaan Alat Tes Cepat Melekurel (TCM) sebagai pengganti PCR.

“Ini juga merupakan satu poin penting, yang jawabannya harus kami selesaikan hari ini. Dan dengan RSBP yang akan membantu mencari laboratorium terbaik,” tegasnya.

Dengan alat TCM maka wisatawan dari luar negeri hanya membutuhkan waktu satu jam dalam pengecekan ulang PCR saat tiba di Hang Nadim Batam.

Lama waktu itu berbeda dengan pemeriksaan PCR, yang normalnya memakan waktu hingga delapan jam guna mengetahui hasilnya.

“Sehingga harus dan wajib alat ini ada di Bandara. Selain itu, Kita juga sedang siapkan flow-flownya (alur) seperti apa. Dan mudah-mudahan siang ini sudah kita ketahui hasilnya setelah rapat dengan KKP, TNI AU, Bea Cukai dan institusi terkait di Bandara Hang Nadim,” tegasnya.

Sebelumnya, sehubungan dengan dibukanya program travel bubble di Kepri, khsusunya untuk wilayah Batam dan Bintan, maka segala bentuk kesiapan terutama di bandara dan pelabuhan yang menjadi akses utama keluar dan masuknya turis mancanegara harus segera dilakukan.

Untuk itu Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Kepala Dinas Perhubungan Junaidi meminta agar semua manajemen bandara dan pelabuhan yang ditunjuk tersebut segera menyiapkan segala kesiapan agar bisa segera menerima kedatangan wisman.

Adapun yang harus disiapkan adalah terkait alat-alat penunjang protokol kesehatan seperti alat Tes Cepat Melekurel (TCM) sebagai pengganti PCR dan lainnya.

Junaidi menjelaskan, jika PCR hasilnya harus menunggu hingga 8 jam, maka dengan TCM akan diketahui hasilnya hanya dalam waktu 1 jam dan alat ini diminta harus segera disiapkan di setiap bandara dan pelabuhan yang telah ditunjuk.

“Untuk Bandara RHF Tanjungpinang pada dasarnya sudah siap melayani, namun untuk sementara fokus di Hang Nadim Batam. Kita akan evaluasi, jika ternyata wisman yang datang lewat Hang Nadim membludak barulah RHF kita fungsikan,” kata Junaidi, Senin, (18/10).

Sebagaimana diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, bahwa ada 19 negara yang nantinya diizinkan masuk ke Indonesia.

Negara-negara tersebut meliputi Saudi Arabia, United Arab Emirates (UAE), Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Daftar 19 negara yang masuk ke Indonesia ini hanya berlaku khusus untuk penerbangan langsung ke Bali dan Kepulauan Riau (Kepri).

Untuk di Kepri, Bandara Hang Nadim yang berada di Kota Batam, dan satu lagi Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. (Engesti)

|Baca Juga: Pintu Penerbangan Internasional Dibuka, Bandara Hang Nadim Butuh Mesin PCR

Pos terkait