Batam (gokepri.com) – Austin Engineering Ltd mulai menggunakan robot dan mesin untuk pabriknya di Perth dan FTZ Batam. Pabrik alat tambang asal Australia ini mengucurkan modal senilai USD4,7 juta.
Belanja modal tersebut digunakan untuk fase otomatisasi pabriknya dengan robot dan mesin sehingga lebih efisien dan mampu memperkecil risiko kesalahan yang dibuat manusia.
Di Batam, Austin memiliki lini produksi sejak 2012 lewat bendera PT Austin Engineering Indonesia. Investasi awalnya sebesar USD17 juta. Pabriknya berdiri di kawasan industri Kabil.

Perusahaan ini memproduksi alat berat pertambangan seperti dump truk, excavator, loader dan face shovel. Pangsa pasarnya adalah perusahaan tambang global. Mereka memiliki lini produksi di Amerika Serikat, Chili dan Australia. Dump truk produksi Austin paling laris manis karena menyumbang pendapatan hingga 70 persen.
Fase otomatisasi pabrik Austin akan memangkas waktu produksi, mengurangi limbah pabrik hingga menurunkan biaya produksi. Langkah otomatisasi pabrik Austin selanjutnya akan diterapkan di lini produksi lain.
CEO dan Managing Director Austin, David Singleton, dikutip dari im-mining.com, Senin (6/9), mengatakan investasi mesin dan robot di fasilitas manufaktur Austin di Perth dan Batam di Indonesia akan meningkatkan produksi mereka yang sudah memimpin pasar.

“Kami akan dapat mengirimkan produk lebih cepat, dalam jumlah yang lebih besar, dengan lebih sedikit limbah, dan dengan kualitas yang lebih baik. Hal ini membuat keputusan untuk mengadopsi fast follow dari Perth ke Batam menjadi mudah. Investasi yang dilakukan juga mendukung strategi jangka panjang seputar inovasi produk dan layanan,” papar dia.
Di lini produksi Batam, bahan baku diambil langsung dari Swedia, namun proses pembuatan hingga selesai dilakukan di Batam. Untuk waktu pengerjaan dapat memakan waktu 40 hingga 45 hari, namun perusahaan mampu menciptakan rekor dalam waktu 30 hari.
Pada awal produksi di FTZ, Austin memasok produk dump truknya untuk pertambangan di Kalimantan hingga Mongolia. (Can)
|Baca Juga: Produsen Solar Panel asal China Pilih Batam









