Bersama Meringankan Beban Pasien Isoman

Aktivitas di dapur umum Tanjungpinang untuk meringankan beban pasien isoman Covid-19.
Aktivitas di dapur umum Tanjungpinang untuk meringankan beban pasien isoman Covid-19.

Tanjungpinang (gokepri.com) – Pandemi Covid-19 yang masih terus melanda hingga kini belum ada kepastian kapan akan berakhir. Berbagai pihak bersatu padu bekerja sama mengatasi pandemi yang sudah berlangsung lebih setahun ini.

Kerja sama itu salah satunya ditunjukkan Pemerintah Kota Tanjungpinang dengan menggandeng Aksi Sosial Peduli Covid (ASPC) untuk melanjutkan dapur umum. Dapur ini menyediakan makanan untuk pasien positif terkonfirmasi yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman).

Sebelumnya ASPC bersama sejumlah komunitas, organisasi dan pengusaha berhasil membuka dapur umum di halaman parkir salah satu warung kopi di Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang. Dari warung itu, disalurkan makanan, vitamin, dan buah-buahan kepada 1.600 pasien isoman.

HBRL

Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tanjungpinang, Zulhidayat menjelaskan, aksi yang dilakukan itu atas kesadaran ingin berbagi dan membantu sesama. Tapi sekarang karena itu penting, maka akan dianggarkan dari APBD Kota Tanjungpinang.

“Dianggarkan melalui APBD khusus untuk konsumsi,” kata Zulhidayat, Senin (2/8/2021).

Zulhidayat menyebutkan rencana bantuan makanan untuk pasien isoman itu akan berlangsung selama satu bulan, akan ada evaluasi setelah 15 hari kegiatan berjalan. Kegiatan juga disesuaikan dengan status darurat yang ditentukan oleh pusat, sebab kebijakannya akan berbeda jika level statusnya berubah.

“Sekarang anggarannya sedang kita kalkulasikan, termasuk pajaknya,” sebut dia.

Tidak hanya itu, pada dapur umum itu akan melibatkan pelaku usaha kecil sebagai pelaksana agar dapat bersinergi antara membantu pasien isoman dan pengembangan ekonomi masyarakat yang terdampak PPKM level 4.

“Kita harapkan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat lagi. Untuk tahap awal tidak banyak pelaku usaha kecil yang bisa kita libatkan, karena keterbatasan anggaran,” terangnya.

Sementara itu Ketua ASPC Tanjungpinang, Isnaini Bayu Wibowo menjelaskan rencana dapur umum itu akan dibuka di Kantor Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD), sebab yang meminta dari pemerintah. “Mulainya kalau tidak besok, mungkin lusa, kita menunggu fresh money,” katanya

Teknis pembagiannya juga diubah, kata Bowo, akan melibatkan petugas RT, RW dan kelurahan untuk mengantar ke rumah pasien isoman. “RT dan RW akan lebih tahu mana-mana warganya yang sedang menjalani isolasi,” tambah Bowo. (zak)

Pos terkait