Batam (gokepri.com) – Kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Batam melonjak di hari kedua penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Selasa (13/7/2021). Angka kematian pada hari itu mencapai 18 orang, bertambah 14 orang dibanding hari sebelumnya dengan 4 orang meninggal dunia.
Lonjakan kasus kematian ini menjadikan total pasien Covid-19 meninggal di Batam mencapai 394 orang atau 2,265 persen dari 17.396 kasus positif Covid-19. Sebanyak 14.076 di antaranya sembuh dan 2.926 orang dalam perawatan.
Pasien Covid-19 yang meninggal dunia di antaranya Tn. ES (56), sopir taksi yang beralamat di Kawasan Kampung Baru Indosat, Sungai Harapan, Sekupang. Kasus Covid-19 nomor 17.145 ini sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Elisabeth.
Kemudian Tn. ES (62), karyawan swasta yang beralamat di Kawasan Jalan Kuda Laut, Kampung Damai, Sungai Jodoh, Batuampar. Kasus nomor 17.151 ini juga menjalani perawatan di Rumah Sakit Elisabeth sebelum meninggal.
Selanjutnya Ny. GL (70), beralamat di Kawasan Permata Baloi, Baloi Indah, Lubuk Baja dan Ny HH (46), ibu rumah tangga yang tinggal di Baloi Mas Indah, Batu Selicin, Lubuk Baja. Kasus kematian lainnya dialami Ny. ML (56), ibu rumah tangga yang beralamat di Kawasan Jalan Sagulung Bahagia, Sungai Lekop, Sagulung.
Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Batam, Didi Kusmarjadi, mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah. Yakni dengan menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta tetap di rumah saja.
Baca juga: Hari Pertama PPKM Darurat, Kasus Positif Covid-19 di Batam Melonjak
“Jika terpaksa harus keluar rumah, gunakan masker serta jaga selalu kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur,” kata Didi dalam keterangan tertulisnya. (wan)








