Batam (gokepri.com) – Koperasi yang tidak aktif mendominasi jumlah koperasi di Kota Batam. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, dari 918 koperasi pada 2020, hanya 223 koperasi atau sekitar 25 persen yang aktif.
Sementara 695 koperasi atau sekitar 75 persen tidak aktif. Kebanyakan koperasi yang tidak aktif lagi lantaran terlalu mengandalkan dana dari bantuan pemerintah atau dari luar dan faktor lainnya.
Koperasi yang tidak aktif terbanyak ada di Kecamatan Sekupang, dengan 108 koperasi. Sementara koperasi yang aktif di kecamatan ini hanya 30 koperasi.
Di Kecamatan Batam Kota, 103 koperasi tidak aktif dan 46 aktif. Lubuk Baja 88 koperasi tidak aktif dan 11 aktif. Batu Ampar 75 koperasi tidak aktif dan 16 aktif. Sagulung 66 koperasi tidak aktif dan 26 aktif serta Sei Beduk 55 koperasi tidak aktif dan 27 aktif.
Di Kecamatan Batuaji, 50 koperasi tidak aktif dan 23 aktif serta Bengkong 43 koperasi tidak aktif dan 10 aktif. Nongsa 39 koperasi tidak aktif dan 19 aktif serta Bulang 25 koperasi tidak aktif dan 5 aktif. Sementara di Belakang Padang 22 koperasi tidak aktif dan 6 aktif serta Galang 21 koperasi tidak aktif dan 4 aktif.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki, mengatakan saat ini, koperasi belum sepenuhnya menjadi pilihan utama kelembagaan ekonomi masyarakat. Ini dilihat dari rendahnya partisipasi penduduk untuk menjadi anggota koperasi yaitu sebesar 8,41 persen.
Menteri Teten mengatakan, ini masih di bawah rata-rata dunia yang sebesar 16,13 persen. Meski begitu, ada juga peningkatan partisipasi tinggi seperti di Provinsi Nusa Tenggata Timur (NTT) dan Kalimantan Barat.
“Rendahnya kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional saat ini sebesar 5,1 persen,” katanya saat memberi sambutan pada Peringatan Hari Koperasi ke-74 yang disiarkan di stasiun televisi, Minggu (11/7/2021).
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) menetapkan empat strategi transformasi koperasi. Hal ini untuk meningkatkan kapasitas, jangkauan, dan inovasi koperasi.
Baca juga: Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia Kepri Dirikan 7 Koperasi Primer Binaan
Empat strateginya yaitu modernisasi koperasi, transformasi usaha informal ke formal. Kemudian transformasi digital dan pemanfaatan teknologi usaha, dan transformasi ke dalam rantai nilai global. (wan)









