Batam (gokepri.com) – Kota Batam akan memasuki masa darurat untuk mengendalikan laju penyebaran Covid-19 pada 12 sampai 20 Juli 2021. Menjelang situasi darurat, warga terlihat ramai mendatangi toko, supermarket, dan pusat perbelanjaan untuk berbelanja kebutuhan pokok.
Supermarket di Grossmart Tanjungpiayu, terpantau ramai pada Minggu siang hingga sore. Antrean pembeli terjadi di masing-masing kasir. Beberapa bungkus roti, mie instan, beras, saos, kecap, hingga susu memenuhi setiap troli yang mengantre di supermarket itu. Ada tiga hingga lima troli yang mengantre di setiap kasir.
Sinta (31), pelanggan supermarket, mengaku sudah mengantre lebih dari lima menit untuk membayar barang-barang yang ia beli. Menurutnya, antrean ini tidak seperti hari-hari biasa.
“Ramai pembeli sore ini, seperti sudah mau lebaran,” katanya.
Antrean warga berbelanja kebutuhan pokok juga terlihat di pasar, toko, minimarket, dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya. Di pusat perbelanjaan Grand Mal Batam, warga sampai lebih dari 10 menit duduk di ruang tunggu supermarket, menunggu antrean di kasir-kasir.
“Hari ini sengaja belanja banyak untuk persediaan di rumah. Khawatirnya banyak toko yang tutup saat PPKM Darurat,” kata Fitri, seorang pelanggan.
Food for life. Urusan perut menjadi salah satu prioritas warga menjelang masa darurat tiba. Mereka ingin asupan makanan dan gizi tetap terjaga saat harus siaga di rumah saja.
Apalagi masa darurat kali ini berbeda dengan pembatasan sebelumnya, saat awal pandemi merebak di Provinsi Kepri. Sebanyak 260 ribu kepala keluarga di Batam mendapat bantuan paket sembako dari Pemko, terdiri dari 10 kg beras, 3 liter minyak goreng, dan 1 dus mie instan per bulan. Bantuan yang sama dengan paket berbeda diberikan oleh Pemprov Kepri.
Kini, tak ada lagi program bantuan sembako yang diberikan pemerintah daerah kepada warga di masa darurat menghadapi wabah. Warga harus mengatur penyediaan dan persiapan gizi secara mandiri.
Kekhawatiran warga tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok sebagaimana hari-hari biasa, sepertinya cukup beralasan. Mengingat sejumlah tempat menjadi target pengetatan dalam pelaksanaan PPKM Darurat di Batam. Warga yang ingin berbelanja bahan pokok dipersilakan menuju pasar resmi, karena pasar kaget atau pasar rakyat ditutup untuk sementara.
Pengetatan ini diatur dalam Surat Edaran Nomor 32 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 yang diteken Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, pada 9 Juli 2021. Supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Kegiatan pada pusat perbelanjaan, mall, pusat perdagangan, ditutup sementara, kecuali akses utnuk restoran, supermarket, dan pasar swalayan.
Mengantisipasi meluasnya penyebaran Covid-19, Batam juga memberlakukan penerapan jam malam melalui aktivitas malam setiap hari sejak pukul 20.00 sampai 04.00 WIB. Pada pemberlakuan jam malam ini, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di luar rumah. Tidak melakukan kegiatan usaha pada supermarket/swalayan, retail modern, pasar tradisional, toko kelontong, warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan, restoran, tempat wisata dan rekreasi, tempat olahraga, tempat usaha lainnya dan kegiatan pada area publik.
Selain itu, akan ada penyekatan di beberapa titik se-Kota Batam. Artinya, setiap warga yang bepergian ketika sampai di titik penyekatan akan ditanyakan alasan berpergian oleh petugas.
Warga yang hendak bepergian untuk bekerja, baik pegawai negeri, swasta, dan buruh bisa mempersiapkan sejumlah perlengkapan. Di antaranya badge name atau surat keterangan bekerja dari tempat kerjanya dan sertifikat vaksin. Bagi yang belum vaksin, bisa menyampaikan ke petugas bahwasanya sudah didata oleh RT/RW setempat dan tinggal menunggu jadwal vaksinasi dari puskesmas/kelurahan.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meminta masyarakat menghentikan seluruh kegiatan keramaian selama sebulan. Hal ini demi menekan angka penularan Covid-19, terutama selama PPKM Darurat.
“Saya mohon betul, semua kegiatan keramaian kita hentikan dalam sebulan saja. Kalau ini kita jalankan secara kompak, maka Covid-19 akan berhenti semua,” katanya. (wan)









