Pasien Sembuh Covid-19 di Batam Terus Meningkat

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad,mengunjungi karantina OTG Covid-19 di Asrama Haji Batam Center, Selasa (1/6/2021).
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengunjungi karantina OTG Covid-19 di Asrama Haji Batam Center, Selasa (1/6/2021).

Batam (gokepri.com) – Perkembangan pasien sembuh di Kota Batam per 1 Juni 2021 mencapai 8.069 orang dengan persentase 86,1 persen. Angka kesembuhan kumulatif ini meningkat dengan adanya penambahan pasien sembuh harian sebanyak 192 orang. Sebanyak 28 orang di antaranya adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 yang menjalani karantina di Asrama Haji Batam Center.

“Kita doakan semoga jumlah pasien yang kami rawat di Asrama Haji cepat sembuh semuanya,” ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Sementara jumlah kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan medis terjadi penambahan 124 kasus. Penambahan ini menjadikan jumlah pasien yang mendapat perawatan mencapai 1.088 kasus dengan persentase 11,6 persen dari total 9.369 kasus positif Covid-19 di Batam.

HBRL

Kecamatan Sekupang menjadi pasien positif Covid-19 dengan jumlah terbanyak yang sedang menjalani perawatan, yakni mencapai 215 orang. Kemudian Kecamatan Batuaji masih terdapat 168 pasien sedang dirawat, Sagulung 162 pasien, Batam Kota 157 pasien, dan Nongsa 102 pasien.

Selanjutnya di Kecamatan Sei Beduk masih terdapat 80 pasien menjalani perawatan, Bengkong 70 pasien, Lubukbaja 51 pasien, Batu Ampar 50 pasien, dan Belakang Padang 30 pasien. Sedangkan Kecamatan Bulang hanya 3 pasien yang sedang dirawat dan Galang nihil.

Perawatan terhadap pasien positif Covid-19 tersebut dilakukan di sejumlah tempat. Terbanyak menjalani isolasi mandiri 457 pasien, dirawat di Asrama Haji 387 pasien, RS Awal Bros 46 pasien, RSKI Galang 41 pasien, dan RSUD Embung Fatimah 35 pasien. Kemudian 33 pasien menjalani perawatan di RSBP Batam, 22 pasien dirawat di RS Elisabeth Batam Kota, 19 pasien dirawat di RS Bhayangkara, dan lainnya.

Berbagai upaya dilakukan Pemko Batam untuk menangani kasus Covid-19. Salah satunya melalui pembentukan Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Hingga akhir Mei 2021, tercatat 2.867 posko PPKM dibentuk di berbagai tempat.

Amsakar mengatakan, pertumbuhan posko PPKM sangat signifikan. Bahkan, saat Presiden RI Joko Widodo berkunjung ke Kepri beberapa lalu, Batam hanya memiliki 157 posko PPKM.

“Saat ini sudah mencapai 2.867 titik,” katanya.

Amsakar berharap, keberadaan PPKM tersebut, khususnya bagi pengurus dapat menyosialisasikan protokol kesehatan di lingkungan terkecil. Ia tak ingin PPKM hanya heboh saat peresmian saja.

“Jangan sampai setelah diresmikan justru tidak ada kegiatan,” ujarnya.

Ia menyampaikan, dengan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah tersebut, penanganan Covid-19 di Batam makin mudah. Untuk itu, ia mengajak semua masyarakat turut aktif menerapkan protokol kesehatan; memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas (5M).

“PPKM juga harus melakukan pemetaan penyebaran Covid-19 di lingkungan terkecil. Semoga angka Covid-19 di Batam makin menurun,” kata dia. (zak)

Pos terkait