Batam (gokepri.com) – Sejumlah tokoh masyarakat Kampung Tua Tanjungriau, Sekupang, mengadakan buka puasa dan doa syukur bersama di kawasan pembangunan kota tanpa kumuh jalan lingkar Tanjungriau yang hampir rampung. Tokoh masyarakat Kampung Tua Tanjungriau, Celcon Carliston menyatakan, dengan program Kotaku, Tanjungriau kini nampak semakin cantik dan bersih.
“Ini semua merupakan perjuangan Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan kami bangga dan senang atas dukungan kepala daerah buat kami anak tempatan,” kata Celcon, Sabtu (8/5/2021).
Kota Tanpa Kumuh merupakan program Kementerian PUPR yang didukung penuh Pemko Batam. Program itu pertama kali dikabarkan Wali Kota Batam dalam Musrenbang pada 2019.
Pemkot Batam menganggarkan Rp1,7 miliar sebagai dana pendamping pembangunan di Tanjungriau. “Ini wajah baru kampung kami,” katanya.
Celcon optimistis, dengan dukungan Wali Kota, Tanjungriau akan menjadi destinasi parawisata. Apalagi saat ini kuliner di Tanjungriau banyak digemari, seperti nasi lemak Pak Jamal, nasi lemak Pak Amat, rumah makan seafood Mak Munah, dan Tsania seafood.
Baca juga: Perhatian Pemerintah Bikin Tanjung Riau Semakin Berkembang
“Sebagai anak yang lahir dan besar di Tanjungriau, saya bangga dengan Tanjungriau kini. Kami akan menjaga dan meletarikan budaya Melayu tempatan dan menjaga marwah kampung kami. Sekali layar berkembang, berpantang surut kami mundur,” kata pengacara muda ini.
Ia mengatakan, selama menjabat sebagai Wali Kota, Muhammad Rudi telah memberikan banyak perhatian bagi warga Tanjungriau. Selain mendukung penuh pembangunan, Wali Kota juga mendorong penerbitan sertifikat tanah warga Tanjungriau dari BPN.
“Kami juga bersyukur Tanjungriau kampung tua pertama yang mendapatkan sertifikat tanah berkat Wali Kota. Memang saat ini masih ada rumah warga yang belum mendapatkan sertifikat. Kami perjuangakan terus dan memohon untuk bapak wali kota berikan,” kata Celcon. (r)









