Menang Proyek Pengembangan Hang Nadim, Konsorsium Angkasa Pura Diminta Dapat Buka Penerbangan Luar Negeri

Jumlah penumpang pesawat
Bandara Hang Nadim. (Foto: istimewa)

Batam (gokepri.com) – Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menetapkan Konsorsium PT Angkasa Pura 1 (Persero) bersama Incheon International Airport Corporation (IIAC), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebagai pemenang pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan ada sejumlah proyek yang akan dikembangkan. Mulai dari revitalisasi terminal 1 penumpang yang ada saat ini, hingga pembangunan terminal 2 dan juga terminal cargo. Rencananya proyek ini selesai tahun 2024 mendatang.

“Dalam waktu dekat ini pembangunannya akan mulai dikerjakan,” kata Rudi, Senin (19/4/2021).

HBRL

Rudi menargetkan dengan adanya pembangunan terminal 2 nantinya dapat menambah kapasitas jumlah penumpang. Pihaknya juga berharap pemenang tender saat ini dapat menarik perusahaan penerbangan luar negeri untuk membuka rute penerbangan ke Batam.

“Kita targetka mereka harus bisa menarik perusahaan-perusahaan penerbangan luar negeri membuka rute ke Batam,” ujarnya.

Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin mengatakan jumlah penumpang bandara Hang Nadim Batam saat ini sudah melebih kapasitas. Karena itu dengan adanya pembangunan terminal 2 nantinya akan dapat menambah kapasitas penumpang.

Konsorsium PT Angkasa Pura akan melakuka investasi sekitar Rp6,2 triliun untuk pengembangan Bandara Hang Nadim Batam. Sebagaimana perencanaan yang telah susun oleh BP Batam.

“Melihat pertumbuhan jumlah penumpang, memang sudah saatnya bandara kita ini dibangun,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Bandara Hang Nadim Batam menjadi proyek bandara pertama yang digarap IIAC di luar Korea Selatan. Membawa sistem sendiri, Incheon ditugasi mewujudkan Hang Nadim menjadi pusat logistik dan hub pariwisata internasional.

IIAC pada 21 Maret 2021 mengumumkan telah memenangkan tender pengembangan dan pengoperasian Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam, Indonesia. Incheon bergabung bersama konsorsium PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I dan PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA).

Konsorsium AP I pun berhak mengelola bandara berkode BTH tersebut dengan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) selama 25 tahun. Berdasarkan Surat Pengumuman yang diterbitkan oleh Panitia Pengadaan Badan Usaha Pelaksana Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam konsorsium AP I mendapatkan skor 100 poin.

Dokumen penawaran yang diajukan oleh konsorsium tersebut untuk biaya modal atau (capital expenditure/capex) senilai Rp6,8 triliun yang terdiri atas Rp2,64 triliun pekerjaan wajib dan biaya modal lainnya senilai Rp4,25 triliun.

(ard)

|Baca Juga :Bandara Hang Nadim Tetap Padat, Sepanjang Januari-Maret 2021 Ada Setengah Juta Penumpang

Pos terkait