Kuala Lumpur (Gokepri.com) – Ekonomi Malaysia tertatih-tatih sepanjang 2020. Di bawah perkiraan, terburuk sejak krisis 1998.
Badan Statistik Malaysia, pekan ini merilis laporan pertumbuhan yang menunjukkan pertumbuhan domestik bruto (PDB) negaranya mencatatkan kontraksi -3,4 persen pada kuartal keempat 2020, lebih dalam dari kontraksi -2,7 persen pada kuartal sebelumnya.
Secara tahunan, PDB Malaysia kontraksi -5,6 persen, kontraksi terdalam sejak krisis moneter yang melanda Asia pada 1998.
Angka ekonomi Malaysia di bawah asumsi. Kementerian Keuangan Malaysia sebelumnya memperkirakan PDB kontraksi hanya -4,5 persen sepanjang 2020. Sedang sepanjang 2019 Malaysia mencatatkan pertumbuhan 4,3 persen.
Pandemi menjadi penyebab. Sepanjang Oktober hingga Desember tahun lalu, banyak negara kembali menerapkan pembatasan akses termasuk perjalanan seiring pemerintahnya masih berjuang mengendalikan gelombang ketiga infeksi Corona.
“Sektor konstruksi, pertambangan dan jasa mencatatkan penurunan terbesar tahun lalu, kontraksi masing-masing -19,4 persen, -10 persen dan -5,5 persen,” ujar Kepala Badan Statistik Malaysia, Uzir Mahidin, seperti dikutip dari Straits Times.
Bank Negara Malaysia (BNM), Bank Sentral, menyatakan penyerapan tenaga kerja diperkirakan masih lemah sepanjang paruh pertama 2021. Tapi Gubernur BNM, Nor Shamsiah, memperkirakan pasar tenaga kerja akan meningkat pada paruh kedua.
Tingkat pengangguran di Malaysia meningkat 4,8 persen hingga penghujung 2020 atau yang tertinggi dalam tiga dekade terakhir.
BNM optimistis ekonomi akan pulih pada 2021 seiring program vaksinasi dan pemulihan ekonomi global meski Gubernur BMM tetap meminta pemerintahnya waspada risiko pandemi yang masih mewabah.
BNM memperkirakan ekonomi Malaysia akan tumbuh antara 6,5 persen hingga 7,5 persen pada 2021.
Malaysia saat ini menerapkan pembatasan yang ketiga sejak pandemi dimulai setahun lalu.
Aktivitas ekonomi Malaysia nyaris berhenti sepanjang Maret-Juni 2020 yang membuat PDB terkontraksi sangat dalam -17,1 persen sepanjang kuartal kedua 2020.
Kebijakan pembatasan kembali diberlakukan pada Oktober 2020. Baru satu bulan aktivitas ekonomi dibuka lagi pada akhir tahun, tiba-tiba jumlah kasus Covid-10 meningkat. Akhirnya kebijakan lockdown diberlakukan lagi pada pertengahan Januari 2021 hingga 18 Februari. Malaysia sudah 7 bulan dalam status darurat pandemi.
(can)
|Baca Juga: PM Malaysia Muhyiddin Salat Jumat di Istana Jakarta









