Batam (gokepri.com) – Hotel dan restoran menjadi sektor yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19. Jumlah pengunjungnya turun drastis sepanjang tahun 2020, karena tak adanya wisatawan yang datang ke Batam.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah mengatakan dengan sepinya jumlah pengunjung hotel dan restoran, sudah pasti juga akan berdampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD) yang diterima Pemko Batam,
“Kondisinya memang sedang pandemi, tapi kami tetap melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pendapatan,” kata Azmansyah di Batam Center, Senin (8/2/2021).
Salah satunya kata dia, sudah pasti meningkatkan pelayanan terhadap semua wajib pajak. Kemudian juga melakukan pendataan terhadap wajib pajak yang baru. Selain itu tentunya melakukan sinergi dengan organisasi perangkat daerah lainnya.
Azmansyah menjelaskan Pemko Batam sendiri saat ini tengah mempercepat penggunaan APBD 2021. Tujuannya tidak lain adalah untuk menggerakkan perputaran ekonomi Kota Batam. Sehingga konsumsi dan daya beli masyarakat juga meningkat.
“Pak Wali (Muhammad Rudi) sudah mempercepat proses APBD supaya ada pergerakan ekonomi di Kota Batam,” katanya.
Meskipun pandemi belum berakhir, pendapatan pajak restoran dan hotel pada awal tahun 2021 menujukan tren positif. Di mana data yang masuk di Bapenda selama bulan Januari pendapatan pajak dari hotel dan restoran sudah melampaui target.
Pajak restoran misalnya, rencana penerimaannya pada bulan Januari ditargetkan Rp4,5 miliar. Tapi realisasinya saat ini sudah mencapai sekitar Rp5 miliar. Begitu juga dengan hotel ditargetkan Rp3 miliar pada bulan pertama tahun 2021 dan saat ini realisasinya sudah tercapai.
“Semuanya bisa tercapai memang lebih kepada kekuatan lokal, kita harapkan tentunya bisa tumbuh positif ekonomi Batam,” katanya.
(ard)









