Jakarta (gokepri.com) – Anggota Komisi V DPR RI, Cen Sui Lan meminta penjelasan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terkait realisasi Pelabuhan peti kemas Malarko, Karimun. Pelabuhan ini mangkrak sejak 2012 lalu. Ia pun mengungkit janji Menteri Perhubungan pada awal 2020 yang akan menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Malarko pada akhir 2021.
Hal ini diutarakan Cen Sui Lan di sela rapat dengar pendapat Komisi V DPR RI dengan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI Agus Purnomo. Rapat dengar pendapat itu berlangsung di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta (4/2/2021).
“Proyek Pelabuhan kontainer Malarko di Karimun sudah dimulai sejak 2008. Tahun lalu (2020), Bapak Menteri Perhubungan sudah kesana dan berjanji 2021 akan direalisasikan dan akan difungsikan. Tapi saya lihat tidak ada di RKA (Rencana Kerja dan Anggaran),” terang politisi Fraksi Partai Golkar itu.
Politisi dapil Kepulauan Riau ini berharap Dirjen Pehubungan Laut dapat memberikan kepastian kapan proyek ini direalisasikan. Menurutnya, pembangunan pelabuhan tersebut akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
Jika ada formula baru dalam penyelesaian proyek tersebut, Cen Sui Lan minta agar segera disampaikan. “Di Karimun itu tidak ada pelabuhan kontainer. Kalau ada, itu tidak memadai. Jadi Pak Dirjen, tolong ya, kami minta jawabannya supaya supaya bisa kami sampaikan langsung ke masyarakat,” katanya.
Dalam rapat tersebut, Dirjen Pehubungan Laut Agus H. Purnomo menjelaskan, pihaknya akan mengembangkan Pelabuhan Peti Kemas Malarko. Namun saat ini ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya terkait lahan atau tanah.
Baca juga: Cen Sui Resmi Gantikan Ansar Ahmad di DPR
Agus menambahkan, Ditjen Perhubungan Laut juga sudah menyurati Bupati Karimun untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ia juga menjelaskan akan terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karimun untuk percepatan pembangunan Pelabuhan peti kemas Malarko.
Diketahui, Pelabuhan peti kemas Malarko yang terletak di Pongkar, Kecamatan Tebing, Karimun, Kepri. Pelabuhan ini digadang-gadang akan menjadi pelabuhan terbesar di Kepri dan akan dijadikan pelabuhan Samudera. Lokasinya yang berada di tenggara Pulau Karimun yang merupakan area perdagangan bebas (free trade zone) Batam-Bintan-Karimun (BBK), memberikan potensi yang besar untuk masuknya kapal-kapal besar ekspor-impor melakukan bongkar muat di pelabuhan tersebut. (wan)








