BINTAN (gokepri) — Kelurahan Tanjung Uban Selatan, Bintan, Kepulauan Riau, lolos penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026. Inovasi pelayanan publik, pengelolaan sampah, pemberdayaan UMKM, hingga ketahanan pangan menjadi program yang diperlihatkan dalam tahapan penilaian.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Ronny Kartika mengatakan pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi pemerintah daerah. Keikutsertaan Tanjung Uban Selatan juga menjadi kesempatan untuk memperlihatkan berbagai inovasi yang berkembang bersama masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bintan membina kelurahan tersebut untuk menghadapi tahapan penilaian berikutnya. Pembinaan mencakup klarifikasi data dan dokumen serta penguatan materi yang akan dipaparkan dalam proses penilaian.
Baca Juga: Pulau Penyengat Masuk Daftar 75 Desa Wisata Terbaik 2023
“Kekuatan Tanjung Uban Selatan terletak pada keberagaman program yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat,” kata Ronny di Bintan, Kamis, 8 Oktober 2026.
Inovasi kelurahan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan administrasi. Digitalisasi pelayanan melalui kode QR, keterbukaan informasi, penguatan UMKM, pemberdayaan masyarakat, serta program lingkungan menjadi bagian dari pengembangan kelurahan.
Di bidang lingkungan, Tanjung Uban Selatan memiliki sejumlah program, antara lain Bank Sampah Unit (BSU) Pensosmas, Bintan Ojek Sampah (BOS), Gerakan Bersama Edukasi Masyarakat (GEBEREMAS), serta Edukasi Mitigasi dan Adaptasi Sampah (EMAS).
BSU Pensosmas yang berdiri sejak 2021 memiliki cakupan hingga tiga kecamatan, yakni Bintan Utara, Seri Kuala Lobam, dan Teluk Sebong. Program tersebut juga meraih sejumlah penghargaan pada 2026 dan menjadi bagian dari rekam jejak inovasi yang dipaparkan dalam tahapan penilaian.
“Yang paling penting, prestasi bukan hanya diukur dari penghargaan, tetapi dari keberlanjutan program dan manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Ronny.
Selain lingkungan, Tanjung Uban Selatan menyiapkan program ketahanan pangan berbasis rumah tangga dan kelompok masyarakat. Program tersebut mencakup urban farming, hidroponik, dan budi daya ikan dalam ember atau Budikdamber.
Pengembangan program ketahanan pangan itu ditargetkan berlangsung dalam lima tahun ke depan. Kelurahan mengarahkan program tersebut agar dapat dikembangkan oleh rumah tangga dan kelompok masyarakat.
Menurut Ronny, keikutsertaan Tanjung Uban Selatan dalam penjaringan tingkat nasional menjadi kesempatan untuk memperlihatkan inovasi yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat. Program-program tersebut kemudian dikembangkan agar dapat berkelanjutan menuju penilaian Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026. ANTARA
Baca Juga: Kampung Dayun Riau Raih Anugerah Desa Wisata Terbaik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







