Proyek RS Internasional Batam Siap Dibangun November 2026

Groundbreaking RS Mayapada Apollo Batam
Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Presiden Komisaris Mayapada Healthcare Jonathan Tahir meletakkan batu pertama pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, Sekupang, Rabu 27 Agustus 2025. GOKEPRI/Engesti Fedro

Pembangunan RS Internasional di Batam segera dimulai. Fasilitas ini siap cegah devisa berobat keluar.

BATAM (gokepri) – Triliunan rupiah uang masyarakat mengalir ke luar negeri setiap tahun akibat kurangnya fasilitas medis mumpuni. Pemerintah merespons fenomena ini lewat pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH) yang menawarkan pengobatan canggih berbiaya miring.

Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan lahan seluas 1,6 hektare siap menjadi lokasi berdirinya gedung utama rumah sakit. Kepastian lahan ini merupakan hasil rapat antara BP Batam bersama Mayapada Group terkait berbagai isu pengembangan proyek.

Baca Juga: RS Internasional Mayapada-Apollo Batam Groundbreaking, Target Selesai Akhir 2027

Lahan proyek dengan total luasan 2,9 hektare tersebut berlokasi di kawasan Sekupang, tepatnya sekitar area Taman Rusa. Sisa lahan seluas 1,2 hektare masih dalam proses penetapan lokasi guna menunjang kebutuhan area parkir maupun bangunan lainnya.

Pengelola kawasan bersiap mengirim alat berat pada pekan depan agar pengerjaan fisik bisa berjalan sesuai rencana. Pengiriman peranti konstruksi ini tetap beriringan dengan proses penyelesaian dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) beserta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Ada beberapa investasi yang kami perintahkan untuk dipercepat dalam 100 hari ini dan sudah harus launching,” terang Deputi BP Batam Bidang Investasi Fary Djemy Francis, Kamis 25 September 2026.

Fary berharap pengerjaan fisik bangunan senilai Rp1,7 triliun ini bisa bergulir efektif mulai November 2026 hingga beres pada 2027.

MABIH merupakan rumah sakit wisata kesehatan pertama di Batam hasil kolaborasi Mayapada Group bersama jejaring Apollo Hospitals asal India. Peletakan batu pertama penanda proyek prestisius ini sebenarnya sudah berlangsung semenjak 27 Agustus 2025.

Presiden Komisaris Mayapada Healthcare Jonathan Tahir menyebut proyek ini sebagai jawaban atas tantangan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat layanan medis nasional. “Kami percaya MABIH akan mengurangi pasien Indonesia berobat ke luar negeri dan bersaing dengan rumah sakit negara tetangga,” ucap Jonathan.

Ads bp batam 2026 baru

Posisi strategis Batam menjadikan kota ini cocok bersaing sebagai pusat layanan kesehatan modern. Proyek rumah sakit ini diyakini akan memberi efek ganda bagi kawasan, mulai dari penciptaan lapangan kerja baru hingga peningkatan ekonomi lokal.

Staf Ahli Kemenko Perekonomian Rizal Edwin Manansang mencatat hampir Rp200 triliun uang masyarakat melayang setiap tahun untuk biaya berobat melintasi batas negara. Kehadiran MABIH diharapkan tak hanya menahan arus devisa keluar, namun juga mampu menarik minat pasien asing berobat ke Batam.

Pemerintah menetapkan kawasan seluas 47,17 hektare di Sekupang tersebut melalui instrumen Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2024. Kebijakan ini merupakan turunan Undang-Undang Cipta Kerja yang bertujuan memperluas cakupan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menuju ranah kesehatan, pendidikan, serta digital.

Status KEK Pariwisata Kesehatan Internasional memberikan berbagai insentif bagi industri kesehatan sehingga biaya pembangunan beserta harga pengobatan bisa ditekan tajam. Pasien kelak bisa menikmati harga layanan medis secara kompetitif ketimbang harus terbang jauh ke Singapura atau Malaysia.

Mayapada Healthcare beserta mitranya turut menghadirkan inovasi teknologi pengobatan canggih seperti ketersediaan layanan tele-radiologi dan tele-ICU. Lewat sistem ini, pemindaian sinar-X, MRI, dan CT-scan pasien akan langsung terkirim menuju Apollo Hospitals di India untuk tinjauan spesialis radiologi.

Proses pembacaan hasil pemindaian medis ini hanya butuh waktu sekitar empat jam sehingga pasien lekas mendapat diagnosis akurat. Sementara itu, sistem tele-ICU membuat tim medis di pusat kendali India leluasa memantau sekaligus memberi instruksi penanganan pasien kritis secara langsung.

Inovasi mutakhir ini sejalan dengan penandatanganan kerja sama klinis antara Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals. Kesepakatan operasional kedua belah pihak tersebut telah diteken di New Delhi, India, pada hari Sabtu, 25 Januari 2025 lalu.

Presiden Direktur Mayapada Healthcare Group Navin Sunthalia sempat mengumumkan rencana peletakan batu pertama MABIH melalui unggahan LinkedIn pada 12 Agustus 2025. Ia menyebut proyek ini merupakan bagian dari visi bersama BP Batam untuk menjadikan wilayah kepulauan tersebut sebagai destinasi layanan kesehatan kelas dunia.

“MABIH diharapkan tidak hanya melayani pasien dari Indonesia, tetapi juga dari kawasan Asia Tenggara,” tulis Navin dalam publikasinya. Rumah sakit berfasilitas mewah ini menargetkan baru akan menerima kunjungan pasien pertamanya pada awal tahun 2028 mendatang.

Dukungan teknologi medis mutakhir dan ketersediaan dokter spesialis berstandar internasional diharapkan menjadikan MABIH sebagai tolok ukur baru fasilitas kesehatan modern di Indonesia. Apalagi posisi geografis Batam sangat mempermudah akses kedatangan tenaga medis asing untuk mewujudkan pelayanan yang berpusat pada kebutuhan pasien.

Baca Juga: Apa Kabar Proyek Rumah Sakit Mayapada Apollo Batam?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait