PLTS Koperasi Siap Beroperasi di Pulau Sembur Batam

Panel surya PLTS KDKMP Pulau Sembur di Batam, Kepulauan Riau.
Panel surya pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Pulau Sembur Laut, Batam, Kepulauan Riau. Proyek yang telah mencapai progres 80 persen itu ditargetkan beroperasi penuh pada triwulan III 2026 untuk mendukung kemandirian energi dan ekonomi masyarakat pesisir. Foto: Pertamina NRE

Koperasi Merah Putih kelola pembangkit listrik surya. Fasilitas energi menopang ekonomi pulau.

JAKARTA (gokepri) — Pemerintah menargetkan meresmikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dikelola Koperasi Merah Putih di Kelurahan Galang Baru, Pulau Sembur Laut, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Agustus 2026.

Kehadiran pembangkit itu menjadi langkah memperluas peran koperasi dalam pengembangan energi baru dan terbarukan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat kepulauan.

Baca Juga: Saat Koperasi Menjadi Pengelola Energi Desa

Proyek tersebut menandai perluasan fungsi koperasi yang selama ini identik dengan sektor perdagangan dan simpan pinjam. Melalui pengelolaan infrastruktur energi, koperasi diharapkan menjadi penggerak aktivitas ekonomi berbasis potensi lokal.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, PLTS berkapasitas sekitar 0,5 megawatt itu akan diresmikan pada akhir Agustus.

“Akhir Agustus kami akan meresmikan pembangkit listrik tenaga surya 0,5 megawatt di Kepulauan Riau, di Pulau Sembur Laut, Galang Baru, yang dikelola oleh koperasi,” ujar Ferry dalam acara Best Cooperatives Sustainability Performance Award 2026 di Jakarta, Kamis (16/7).

Selain PLTS di Batam, pemerintah juga menyiapkan peresmian pabrik crude palm oil (CPO) yang dikelola Koperasi Desa Merah Putih di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kedua proyek itu menjadi bagian dari pengembangan usaha produktif Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Menurut Ferry, pengembangan berbagai unit usaha tersebut akan memperkuat aset dan volume usaha koperasi. Optimisme itu juga ditopang target operasional sekitar 40.000 KDKMP pada 2026.

Ia menilai partisipasi masyarakat akan meningkat karena koperasi tidak hanya mengelola usaha produktif, tetapi juga menyalurkan berbagai barang bersubsidi. Kondisi itu diperkirakan memperbesar jumlah anggota sekaligus memperkuat basis usaha koperasi.

Pembangunan PLTS di Pulau Sembur Laut dimulai pada Desember 2025 melalui kerja sama PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan Kementerian Koperasi. Proyek ini disebut sebagai PLTS berbasis koperasi pertama di Indonesia.

Berdasarkan informasi Pertamina NRE pada Juni 2026, progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen. Pada tahap awal, pembangkit dibangun dengan kapasitas 400 kilowatt peak (kWp) dan sistem penyimpanan energi berkapasitas 600 kilowatt hour (kWh).

Kapasitas pembangkit selanjutnya akan ditingkatkan secara bertahap hingga sekitar 0,5–1 megawatt peak (MWp). Sistem penyimpanan energinya juga akan diperbesar untuk menjaga keandalan pasokan listrik.

Proyek ini tidak hanya memasok listrik berbasis energi surya. Fasilitas tersebut juga dilengkapi cold storage berkapasitas lima ton dan ice maker berkapasitas dua ton per hari yang akan dikelola KDKMP.

Keberadaan fasilitas penyimpanan dingin dan produksi es diharapkan membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan lebih lama. Dengan demikian, nilai jual hasil perikanan dapat meningkat dan aktivitas ekonomi masyarakat pulau menjadi lebih produktif. ANTARA

Baca Juga: Prabowo Targetkan PLTS 100 GW dalam Dua Tahun, Mampukah Terealisasi?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait