BP Batam paparkan capaian ekonomi dan investasi. Komisi VI DPR mengapresiasi penguatan tata kelola.
JAKARTA (gokepri) — Pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Badan Pengusahaan (BP) Batam menilai capaian itu menjadi modal untuk memperkuat daya saing investasi sekaligus meningkatkan tata kelola lembaga.
Capaian tersebut dipaparkan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (16/7). Amsakar hadir bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dan jajaran deputi.
Baca Juga: Batam Jadi Andalan Presiden Prabowo Gaet Investasi, Apa Arahannya?
Menurut Amsakar, pertumbuhan ekonomi Batam pada 2025 mencapai 6,76 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan investasi dan aktivitas ekonomi di kawasan.
Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal, realisasi investasi Batam sepanjang 2025 mencapai Rp 44,01 triliun. Nilai itu meningkat 72,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui target hingga 118,97 persen.
Kinerja penerimaan negara juga tetap terjaga. Sepanjang 2025, BP Batam membukukan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 1,93 triliun.
BP Batam juga optimistis kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025. Jika tercapai, opini tersebut menjadi WTP ke-10 secara berturut-turut sejak 2016.
“Capaian investasi yang terus tumbuh dan proyeksi opini WTP ke-10 menunjukkan bahwa Batam tidak hanya mampu menjaga daya saing sebagai tujuan investasi, tetapi juga terus memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel,” ujar Amsakar.
Menurut Amsakar, BP Batam akan mempercepat digitalisasi pengelolaan keuangan dan meningkatkan kualitas layanan investasi. Langkah itu diharapkan mampu mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus memperkuat pengendalian internal.
“Ke depan, BP Batam akan mempercepat digitalisasi pengelolaan keuangan, mengoptimalkan penerimaan negara, serta memperkuat pengendalian intern agar setiap rupiah anggaran memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pengembangan KPBPB Batam,” kata Amsakar.
Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengapresiasi capaian tersebut. Menurut dia, Batam menunjukkan kinerja yang baik dan perlu terus memperkuat kualitas pelayanan, kepastian berusaha, serta tata kelola agar tetap menjadi salah satu motor investasi nasional.
Baca Juga: BP Batam Kawal Investasi Pusat Data AI Firmus-Nvidia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









