Ekonomi Tumbuh dan Investasi Melesat, Banggar DPR Apresiasi Kinerja BP Batam

Kepala BP Batam dan rombongan Banggar DPR RI berdiskusi mengenai penguatan investasi Batam.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad menerima kunjungan kerja Badan Anggaran DPR RI di Balairungsari, Batam Centre, Jumat (3/7). Pertemuan membahas penguatan investasi, pembangunan kawasan, dan peningkatan daya saing Batam. Foto: BP Batam

Banggar DPR apresiasi kinerja BP Batam. Dukungan kebijakan dinilai kunci meningkatkan daya saing kawasan perdagangan bebas.

BATAM (gokepri) — Penguatan tata kelola investasi dan percepatan pembangunan infrastruktur menjadi modal Batam menjaga daya saing di tengah persaingan kawasan industri Asia Tenggara. Dukungan kebijakan dari pemerintah pusat dan DPR dinilai penting agar Batam tidak hanya menjadi tujuan investasi nasional, tetapi juga pusat investasi berkelas dunia.

Perspektif itu mengemuka saat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI berkunjung ke BP Batam di Balairungsari, Batam Centre, Jumat (3/7). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi untuk mendorong investasi, pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan kawasan.

Baca Juga: Seperti Apa Pusat Data AI Firmus-Nvidia di Batam?

Selain jajaran BP Batam, hadir Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Djaka Budi Utama beserta jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kepulauan Riau serta Direktorat Jenderal Pajak Kepulauan Riau.

Wakil Ketua Banggar DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie menilai Batam memiliki keunggulan yang tidak banyak dimiliki daerah lain. Posisi di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, status kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, serta basis industri manufaktur menjadi modal utama menarik investasi.

“Batam memiliki kombinasi keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah di Indonesia, mulai dari letak geografis, basis industri manufaktur yang kuat, konektivitas logistik yang baik hingga akses langsung ke pasar global,” ujar Syarief.

Menurut Syarief, di tengah dinamika geopolitik global, Batam tetap mencatat kinerja ekonomi yang positif. Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, sedangkan realisasi investasi menembus Rp 69,3 triliun atau melampaui target.

Namun, ia mengingatkan bahwa keunggulan tersebut perlu dijaga melalui peningkatan kapasitas pelabuhan, modernisasi sistem logistik, inovasi bisnis, serta integrasi kawasan industri dengan pelabuhan.

“Kami meyakini Batam tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional, namun mampu tumbuh menjadi pusat investasi global dan industri berkelas dunia,” katanya.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyatakan apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi BP Batam untuk mempercepat pembenahan ekosistem investasi. Menurut dia, lembaganya mengoptimalkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 2,4 triliun untuk pembangunan kawasan tanpa mengandalkan tambahan anggaran dari APBN.

Sekitar 65 persen anggaran itu dialokasikan untuk belanja publik, sedangkan 35 persen sisanya untuk dukungan strategis. Pendanaan tersebut diarahkan bagi pembangunan infrastruktur dan penguatan layanan kawasan.

Kepala BP Batam dan rombongan Banggar DPR RI berdiskusi mengenai penguatan investasi Batam.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad menerima kunjungan kerja Badan Anggaran DPR RI di Balairungsari, Batam Centre, Jumat (3/7). Pertemuan membahas penguatan investasi, pembangunan kawasan, dan peningkatan daya saing Batam.

Amsakar menilai peningkatan investasi dalam beberapa waktu terakhir tidak lepas dari reformasi regulasi, penyederhanaan layanan investasi, serta percepatan pembangunan infrastruktur yang terus dipacu BP Batam.

“Capaian ini bukan hanya angka. Ini cerminan kepercayaan investor terhadap ekosistem yang sedang kami bangun di Batam,” ujarnya.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan kesiapan infrastruktur tetap menjadi perhatian utama. Menurut dia, BP Batam tengah memperkuat keandalan pasokan air dan listrik agar kawasan industri memiliki kepastian layanan dan mampu bersaing dengan kawasan investasi lain di Asia Tenggara.

Kunjungan Banggar DPR RI diharapkan memperkuat dukungan kebijakan pusat bagi pengembangan Batam sebagai kawasan investasi yang berdaya saing, sekaligus memberi dampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Batam Makin Kokoh sebagai Motor Investasi di Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait