KARIMUN (gokepri.com) – Jalanan di sekitar kawasan industri PT Oil Terminal Karimun (dulu disebut PT Oiltanking) kerap menjadi lokasi ajang balapan liar bagi remaja khususnya pelajar di Karimun.
Sudah tak terhitung lagi aparat kepolisian membubarkan aksi balapan liar yang berlangsung di kawasan itu. Terakhir, Satuan Samapta Polres Karimun juga menemukan tiga remaja yang hendak melakukan balapan liar, akhir pekan lalu.
Aksi balapan liar itu diketahui ketika Satuan Samapta Polres Karimun melaksanakan Patroli Perintis Presisi di sejumlah titik rawan kejahatan, salah satunya di kawasan PT Oil Terminal Karimun.
Saat didatangi polisi, ketiga remaja itu tengah bersiap-siap melakukan aksi balapan liar. Bahkan, ada sebagian dari mereka sedang menggeber-geber sepeda motornya.
“Saat kami datang, mereka sedang persiapan (balapan liar). Ada yang sedang menggeber-geber sepeda motor,” ujar Kasat Samapta Polres Karimun, AKP Binsar S Samosir, Kamis 21 Mei 2026.

AKP Binsar Samosir menyebut, dua dari tiga remaja itu berstatus pelajar di salah satu madrasah, sementara satu remaja lainnya merupakan pelajar di salah satu SMKN Karimun.
Bahkan, sepeda motor yang hendak digunakan untuk aksi balapan liar merupakan hasil modifikasi dari ilmu mekanik mesin yang diperolehnya di bangku sekolah.
“Dia sekolah jurusan mekanik mesin. Jadi ilmunya itu dia manfaatkan untuk mengotak atik motor,” jelasnya.
Usai memberikan arahan, pihaknya kemudian menghubungi orang tua siswa tersebut untuk menjemput anaknya di lokasi yang menjadi titik aksi balapan liar itu.
Sementara, sepeda motor yang sudah dipreteli untuk dijadikan sebagai sarana balapan dibawa ke Polres Karimun untuk diserahkan ke Satuan Lalulintas sebagai tindakan penegakan hukum selanjutnya.
AKP Binsar Samosir mengimbau kepada orang tua yang memiliki anak khususnya remaja yang masih duduk di bangku SMP dan SMA agar dapat mengantisipasi segala perbuatan mereka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sekarang ini lagi trend anak-anak berkumpul kemudian melakukan hal-hal yang dianggap wajar tetapi sebenarnya itu tidak mendidik, contohnya balapan liar atau kegiatan lain yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat lain,” kata Binsar.
Binsar menyebut, pihaknya sering mendengar keluhan dari masyarakat yang melihat secara langsung atau merasakan kegiatan remaja yang dinilai merugikan masyarakat lainnya.
“Untuk meminimalisir dampak dari perbuatan yang mereka lakukan, maka kami dari Sat Samapta Polres Karimun melakukan Patroli Perintis Presisi. Di sana, kami memberikan edukasi dan tindakan preventif untuk bisa mengingatkan anak-anak tidak melakukan balapan liar,” pungkasnya.
Penulis: Ilfitra








