Pemerintah Kota Batam berharap duta wisata terpilih mampu memperkuat promosi pariwisata dan budaya daerah di tengah target kenaikan kunjungan wisatawan pada 2026.
BATAM (gokepri) — Pemerintah Kota Batam menyiapkan generasi muda sebagai wajah baru promosi pariwisata dan budaya daerah di tengah target peningkatan kunjungan wisatawan pada 2026.
Arya Saputra dan Keizia Hirano terpilih sebagai Duta Wisata Encik dan Puan Kota Batam 2026 dalam malam grand final pemilihan duta wisata yang digelar di Ballroom Harmoni One, Batam Centre, Sabtu (9/5/2026) malam.
Baca Juga: Amsakar: Duta Wisata Batam Harus Jadi Ujung Tombak Promosi
Pemilihan tersebut berlangsung ketika sektor pariwisata Batam terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Kota Batam menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 1,75 juta orang pada 2026, naik dari realisasi 1,6 juta wisatawan pada 2025.
Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah mengatakan, duta wisata diharapkan tidak sekadar menjadi simbol seremonial, tetapi ikut memperkenalkan potensi wisata dan budaya Batam ke tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap para duta wisata dapat berkontribusi memperkenalkan potensi wisata dan budaya Batam lebih luas lagi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Firmansyah saat membuka grand final mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.
Ajang tersebut mengusung tema Proud Tourism and Culture Ready for the Future. Pemerintah daerah menilai promosi pariwisata tidak cukup bertumpu pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan keterlibatan generasi muda yang mampu berkomunikasi dengan publik dan wisatawan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan, proses pemilihan berlangsung selama sekitar 45 hari dan diikuti 167 peserta dari berbagai latar belakang profesi.
Dari proses seleksi itu, panitia menetapkan 20 finalis yang terdiri atas 10 encik dan 10 puan. Penilaian mencakup wawasan, kemampuan komunikasi, penampilan, sikap, dan kepercayaan diri peserta.
“Para finalis juga mendapat pembekalan tentang pariwisata dan budaya Batam sebelum memasuki malam grand final,” kata Ardiwinata.
Sebelum karantina, para finalis mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Batam untuk mengenal langsung potensi daerah. Mereka kemudian mengikuti karantina selama empat hari di Ayola Signature Ocarina Batam.
Pemerintah Kota Batam berharap duta wisata terpilih dapat menjadi penghubung promosi daerah sekaligus mengajak generasi muda ikut menjaga budaya lokal dan citra pariwisata Batam.
Baca Juga: Rute Baru, Harapan Baru Pariwisata Batam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









