Rute baru ke Kuala Lumpur membuka akses langsung Batam ke salah satu hub penerbangan terbesar di Asia Tenggara. Konektivitas yang lebih luas berpeluang meningkatkan arus wisatawan, bisnis, dan investasi ke Batam.
BATAM (gokepri) – Ruang tunggu keberangkatan internasional Bandara Hang Nadim Batam dipadati penumpang pada Jumat pagi, 13 Maret 2026. Mereka menanti penerbangan AirAsia AK0471 yang akan membawa 180 orang menuju Kuala Lumpur. Pesawat berbiaya hemat itu lepas landas pukul 08.45 WIB. Inilah penerbangan perdana rute langsung Batam–Kuala Lumpur yang kembali membuka jalur udara antara Kepulauan Riau dan ibu kota Malaysia.
Sebelum keberangkatan, pengelola bandara dan maskapai menggelar seremoni inaugurasi di terminal internasional. Acara ini menandai dimulainya layanan penerbangan harian AirAsia yang menghubungkan Batam dengan Kuala Lumpur International Airport.
Baca Juga: Jalur Baru Batam–Kuala Lumpur, AirAsia Incar Tiga Juta Turis
AirAsia mengoperasikan rute tersebut setiap hari. Penerbangan AK472 dari Kuala Lumpur berangkat pukul 08.05 waktu setempat dan tiba di Batam pukul 08.15 WIB. Adapun penerbangan AK471 dari Batam menuju Kuala Lumpur berangkat pukul 08.45 WIB dan tiba pukul 10.55 waktu setempat. Waktu tempuh perjalanan sekitar satu jam sepuluh menit.
Pada penerbangan perdana dari Batam menuju Kuala Lumpur tercatat 180 penumpang. Sementara dari Kuala Lumpur menuju Batam terdapat 136 penumpang. Jumlah ini memberi gambaran awal potensi pasar perjalanan antara Batam dan Malaysia.
Direktur Marketing Badan Usaha Bandara Internasional Batam (BIB), Doosun Choi, menilai tingginya jumlah penumpang pada penerbangan perdana menunjukkan minat masyarakat terhadap penerbangan internasional dari Batam masih besar. Ia berharap kerja sama dengan maskapai dapat membuka peluang penambahan rute lain.
“Kerja sama ini bagus untuk kedua pihak,” kata Doosun.
Dari sisi maskapai, AirAsia melihat Batam sebagai pasar dengan pertumbuhan perjalanan wisata dan bisnis yang stabil. Head of Commercial AirAsia Malaysia, Liyana Mahizzan, mengatakan pembukaan rute ini diharapkan mendapat respons positif dari masyarakat sekaligus memperkuat jaringan internasional maskapai di kawasan Asia Tenggara.
“Kami menyambut baik pembukaan rute ini dan optimistis ke depannya akan lebih banyak rute internasional yang dibuka di sini guna mendukung pariwisata,” ujar Liyana.
General Manager AirAsia Malaysia, Fareh Mazputra, menyebut jalur Batam–Kuala Lumpur sebagai rute ke-19 yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia dalam jaringan AirAsia. Maskapai berbiaya hemat itu juga memasang target besar dari pasar Indonesia.
AirAsia menargetkan dapat membawa hingga tiga juta wisatawan Indonesia ke Malaysia melalui jaringan penerbangannya dalam beberapa tahun ke depan. Menurut Fareh, rute Batam menjadi salah satu pintu masuk penting untuk mencapai target tersebut.
“Kami ingin mendorong pertukaran budaya, wisata, bisnis, hingga akses layanan kesehatan,” kata Fareh beberapa waktu lalu.

Kuala Lumpur memiliki posisi strategis dalam jaringan AirAsia. Bandara ini menjadi salah satu hub utama maskapai tersebut. Melalui layanan fly-thru, penumpang dari Batam dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai kota internasional tanpa harus keluar dari sistem penerbangan. Beberapa destinasi lanjutan antara lain Bangkok, Ho Chi Minh City, Almaty, hingga Istanbul.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi, melihat pembukaan rute ini sebagai sinyal meningkatnya trafik perjalanan internasional dari Batam. Ia menilai konektivitas udara yang lebih luas akan berdampak pada aktivitas ekonomi dan investasi daerah.
“Ini langkah strategis memajukan industri penerbangan dan investasi di daerah,” kata Annang.
Rute Batam–Kuala Lumpur sebenarnya merupakan bagian dari rencana kerja sama yang sudah dirintis sejak 2025. Pada Agustus tahun lalu, manajemen BIB bertemu dengan pihak AirAsia di kantor pusat maskapai itu di Kuala Lumpur. Pertemuan tersebut membahas ekspansi jaringan penerbangan AirAsia dari Hang Nadim.
Selain Kuala Lumpur, kedua pihak juga mendiskusikan peluang pembukaan rute Batam–Penang dan Batam–Denpasar. Pengelola bandara berharap penambahan jalur ini dapat memperluas konektivitas Batam dengan berbagai kota di Asia Tenggara.
Hang Nadim selama ini berupaya memperkuat perannya sebagai pintu gerbang internasional di kawasan barat Indonesia. Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 4.025 meter, salah satu yang terpanjang di Asia Tenggara, yang mampu menampung berbagai jenis pesawat berbadan besar.
Namun infrastruktur bandara tidak otomatis menarik arus penumpang tanpa jaringan rute yang luas. Karena itu pengelola bandara terus mendorong maskapai membuka jalur penerbangan baru.
Di sisi lain, sektor pariwisata Batam membutuhkan konektivitas yang lebih kuat. Kepala Dinas Pariwisata Batam, Ardiwinata, mengatakan sektor wisata menyumbang sekitar 24 persen terhadap pendapatan daerah. Wisatawan dari Singapura dan Malaysia masih mendominasi kunjungan ke kota industri tersebut.
“Tidak banyak kota yang memiliki kemudahan akses darat dan udara sekaligus seperti Batam,” ujar Ardiwinata.
AirAsia juga menyiapkan tarif promosi untuk menarik minat penumpang pada rute baru ini. Maskapai tersebut menawarkan harga khusus untuk periode penerbangan hingga 24 Oktober 2026 melalui kanal pemesanan resmi mereka.
Bagi Batam, kehadiran rute ini bukan sekadar tambahan jadwal penerbangan. Jalur udara menuju Kuala Lumpur memperkuat posisi kota itu sebagai simpul perjalanan di kawasan Selat Malaka—sekaligus membuka peluang lebih besar bagi arus wisatawan, perdagangan, dan investasi di Kepulauan Riau.
Baca Juga: Batam–Kuala Lumpur Terhubung, AirAsia Terbang Setiap Hari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









