27 Persen APBD Karimun Diserap Pendidikan untuk Belanja Pegawai dan Infrastruktur

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karimun, Grandy Regel Tuerah. (Ilfitra/gokepri.com)

KARIMUN (gokepri.com) – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karimun tahun anggaran 2026 sebesar Rp1,298 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 persen dialokasikan untuk sektor pendidikan.

Artinya, Pemerintah Kabupaten Karimun telah melaksanakan amanat undang-undang untuk mengalokasikan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari total APBD.

“Untuk anggaran pendidikan, memang kita sudah mencapai lebih kurang 27 persen dan sesuai dengan ketentuan undang-undang, anggaran pendidikan yang minimal 20 persen itu kita jalankan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karimun, Grandy Regel Tuerah.

HBRL

Pernyataan itu disampaikan Grandy Regel Tuerah usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 di SMA Swasta Cahaya Meral pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Grandy menyebut, anggaran pendidikan yang minimal 20 persen itu masih termasuk belanja pegawai yang terdiri dari gaji dan tunjangan yang melekat bagi guru-guru dan tenaga kependidikan.

Selain untuk gaji guru dan tunjangan, anggaran 27 persen tersebut juga diperuntukkan bagi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) guru dan tenaga pendidik.

“Di luar itu, anggaran pendidikan juga kita alokasikan untuk belanja rutin dan belanja operasional untuk pembangunan pendidikan khususnya peningkatan mutu,” jelasnya.

Sementara, Bupati Karimun Iskandarsyah mengajak seluruh komponen masyarakat khususnya tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang terdiri dari guru, sarana prasarana serta kualitas murid.

“Dalam Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 ini, khususnya di Kabupaten Karimun mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Iskandarsyah.

Dirinya menyebut, pada saat ini tidak ada lagi anak-anak yang tidak bersekolah dengan alasan tidak memiliki biaya.

“Perlu kami tekankan bahwa tidak boleh lagi anak-anak yang tidak bersekolah karena tidak memiliki duit, karena dari awal saya tekankan Karimun ingin meningkatkan indeks manusia,” jelasnya.

Iskandarsyah mengakui, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Karimun saat ini masih berada di bawah Batam, Tanjungpinang, Bintan bahkan Natuna. Artinya, IPM Karimun berada di posisi ke lima di Kepri.

“Kita ingin ke depan, bisa gak ya kita bisa sampai nomor empat paling gak ya. Memang trend kita naik, tapi rata-rata sekolah itu yang perlu kita tingkatkan,” katanya.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut, pihaknya berupaya bekerja keras dengan melakukan evaluasi data pokok pendidikan (Dapodik).

Penulis: Ilfitra

Pos terkait