BATAM (gokepri) – Warga asal Padang Pariaman yang bermukim di Batam diminta memaknai diri sebagai bagian dari Kota Batam, bukan sekadar perantau. Ajakan itu disampaikan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dalam pelantikan pengurus DPD Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) dan DPD Generasi Muda Pariaman (GEMPAR) Kota Batam di Batamcentre, Sabtu (2/5/2026) malam.
Amsakar menegaskan, identitas sebagai perantau tidak mengurangi tanggung jawab untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Rasa memiliki terhadap kota tempat tinggal, menurutnya, menjadi modal utama agar kontribusi itu datang dari kesadaran, bukan kewajiban formal.
“Saya ingin Bapak/Ibu memaknai diri sebagai orang Batam asal Padang Pariaman. Jika merasa bagian dari Batam, maka akan muncul dorongan untuk berkontribusi. Batam adalah rumah kita bersama yang harus dijaga dan dirawat,” kata Amsakar.
Amsakar juga mendorong pengurus baru PKDP dan GEMPAR agar tidak berhenti pada seremoni pelantikan. Keduanya diminta segera menyusun program kerja terukur sehingga organisasi dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Di hadapan tokoh masyarakat dan Bupati Padang Pariaman yang turut hadir, Amsakar memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam. Realisasi investasi tercatat Rp 69,3 triliun atau 115,5 persen dari target Rp 60 triliun. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam berada di angka 88,8, tertinggi di Kepulauan Riau dan peringkat keempat di Sumatra.
Angka kemiskinan turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka terus menyusut hingga mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri.
“Data ini menunjukkan pembangunan Batam berada di jalur yang tepat. Namun, untuk menuntaskan berbagai persoalan, dibutuhkan kerja kolektif dan peran seluruh pemangku kepentingan, termasuk warga asal Padang Pariaman,” ujar Amsakar.
Amsakar berharap sinergi antara paguyuban dan pemerintah terus diperkuat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan, penataan kota, serta mendukung iklim investasi. “Selaraskan dengan slogan ‘bijak di rantau, berguna di kampung’. Mari bangun energi positif dan hindari diskusi yang kontraproduktif,” tambahnya.
Baca Juga: Amsakar: Duta Wisata Batam Harus Jadi Ujung Tombak Promosi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









