Cacat perangkat lunak membuat sistem terlalu sensitif. Investigasi berjalan sejak 2017, keputusan recall baru diambil pada April 2026.
BATAM (gokepri) – Guncangan kecil di jalan bisa memicu kantong udara samping mengembang tiba-tiba pada Honda Odyssey. Setelah bertahun-tahun penyelidikan, Honda akhirnya menarik 440.830 unit minivan tersebut di Amerika Serikat.
Penarikan ini mencakup Odyssey tahun model 2018 hingga 2022. Sumber masalah berada pada perangkat lunak di Electronic Control Unit (ECU) yang mengatur sistem airbag. Parameter yang tertanam di dalamnya terlalu sensitif membaca benturan.
Baca Juga: Hadapi Gempuran Otomotif China, Honda dan Nissan Bakal Merger pada 2026
Badan keselamatan jalan raya Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), menyebut sistem tersebut keliru menafsirkan guncangan ringan sebagai kecelakaan. Lubang jalan atau polisi tidur dapat memicu airbag samping mengembang.
“Kantong udara yang mengembang secara tiba-tiba dapat meningkatkan risiko cedera,” tulis NHTSA dalam pernyataan resminya, Jumat, 24 April 2026.
Data hingga awal April 2026 mencatat sedikitnya 25 laporan cedera terkait kasus ini. Honda juga menerima 130 klaim garansi yang berhubungan dengan kerusakan tersebut. Angka ini memperkuat indikasi bahwa gangguan bukan kasus sporadis.
Secara teknis, sistem penahan tambahan atau Supplemental Restraint System (SRS) bekerja melalui sensor yang membaca tingkat benturan. Pada kasus ini, ambang batas yang digunakan tidak akurat. Sistem gagal membedakan antara tekanan akibat kecelakaan dan getaran jalan biasa.
Komponen bermasalah dipasok oleh Denso, pemasok otomotif global asal Jepang. Modul SRS tersebut diproduksi di fasilitas Denso di Maryville, Tennessee.
Masalah ini bukan temuan baru. Honda mulai menyelidiki sejak 15 November 2017 setelah menerima laporan pertama. Prosesnya panjang, melibatkan analisis data kendaraan dan komponen selama beberapa tahun.
Pada Juli 2021, tim internal Honda menyimpulkan bahwa kondisi jalan buruk dapat memicu pengembangan airbag. Namun, tiga bulan kemudian, manajemen menilai risiko keselamatan belum signifikan. Tidak ada langkah korektif saat itu.
Perubahan sikap muncul setelah parameter baru dikembangkan. Pada 3 Juni 2022, Denso mulai memproduksi modul dengan pengaturan yang diperbaiki. Sistem ini langsung diterapkan pada Odyssey model 2023 dan generasi berikutnya.
Kasus kembali mencuat pada Oktober 2025 ketika NHTSA menerima 18 keluhan konsumen. Otoritas kemudian meminta evaluasi awal. Honda merespons pada Januari 2026 sambil mengumpulkan data tambahan dari pasar.
Analisis lanjutan pada Maret 2026 menjadi titik balik. Honda mengonfirmasi adanya cacat yang berpotensi membahayakan keselamatan. Pada 2 April 2026, perusahaan menyetujui penarikan massal.
Langkah ini menjadi recall ketiga Honda sepanjang kuartal pertama 2026. Sebelumnya, lebih dari 65 ribu unit Prologue dan Acura ZDX juga ditarik akibat gangguan perangkat lunak panel instrumen.
Di luar aspek teknis, muncul potensi risiko hukum. Dokumen NHTSA mengindikasikan Honda diduga mengetahui cacat tersebut lebih awal, namun laporan resmi tidak segera disampaikan. Jika terbukti, perusahaan berpotensi menghadapi sanksi denda sipil.
Bagi konsumen, solusi yang ditawarkan relatif sederhana. Honda akan memprogram ulang modul airbag dengan parameter baru yang lebih presisi. Pemilik kendaraan diminta mendatangi diler resmi. Pembaruan sistem diberikan tanpa biaya. WARDSAUTO
Baca Juga: Penjualan Honda Tumbuh, Brio dan HR-V Paling Laris
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









