BATAM (gokepri.com) – Hunian tetap di kawasan Tanjung Banun, Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau, mulai dipasangi fasilitas filter air sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pemasangan filter air di setiap rumah tersebut kini mulai dimanfaatkan warga dalam aktivitas sehari-hari. Perangkat ini tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga perlahan membentuk kebiasaan baru dalam penggunaan air bersih.
Di sejumlah rumah, filter air terlihat telah digunakan secara aktif. Beberapa penghuni bahkan menyesuaikan posisi pemasangan agar lebih praktis, sebagai bentuk adaptasi terhadap fasilitas yang mendukung kesehatan tersebut.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan penyediaan fasilitas ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong pola hidup sehat dan ramah lingkungan.
“Manfaatkan dengan baik fasilitas yang sudah diberikan,” ujarnya, belum lama ini.
Ia menjelaskan, filter air berfungsi menyaring kotoran, sedimen, hingga zat berpotensi berbahaya dari air baku. Dengan proses tersebut, air yang digunakan untuk kebutuhan harian seperti memasak, mandi, hingga mencuci menjadi lebih bersih.
Selain penyediaan fasilitas air bersih, pengembangan kawasan Tanjung Banun juga diiringi dengan penguatan kesadaran lingkungan melalui Gerakan Masyarakat Batam Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Gema Batam ASRI).
Dalam rangka peringatan Hari Bumi 2026, BP Batam bersama Kementerian Transmigrasi, Forkopimda, PT MEG, dan masyarakat setempat menggelar aksi gotong royong di kawasan Rempang Eco City, Rabu (22/4).
Kegiatan bertema “Dari Rempang untuk Bumi” itu diawali dengan pengukuhan enam satuan tugas (satgas) serta penyerahan 300 bibit pohon jati secara simbolis.
Sebanyak 600 personel yang tergabung dalam enam satgas tersebut bertugas mengumpulkan sampah di tiga lokasi berbeda. Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, dengan penghargaan diberikan kepada tim dengan hasil terbanyak.
Amsakar menegaskan, Gema Batam ASRI yang dimulai sejak Februari lalu merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional Gerakan Indonesia ASRI yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto.
“Seluruh kecamatan telah melaksanakan gotong royong secara berkala hingga tingkat RT/RW,” katanya. Ia juga mengingatkan agar seluruh satgas dapat menjalankan tugas secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, Tanjung Banun sebagai kawasan pengembangan baru di bawah Kementerian Transmigrasi diharapkan dapat menjadi lingkungan yang nyaman, sejuk, sekaligus berpotensi sebagai tujuan wisata ke depan.
“Saya bersama Wakil Kepala BP Batam mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak. Mudah-mudahan ini menjadi bentuk kepedulian bersama menjadikan Batam sebagai rumah untuk kita semua,” kata Amsakar. *
Penulis: Engesti









